UniqMag

Dispendukcapil Makassar Kehabisan Blanko, 180 ribu Warga Belum e-KTP

berita terkini
Kadispendukcapil Makassar Nielma Palamba

MAKASSAR,( Suara Indonesia) – Sejumlah warga yang mengurus KTP elektronik di Dispendukcapil Makassar mengeluhkan habisnya stok blanko.

 

Keadaan tersebut bukan yang pertama kalinya di rasakan warga saat mengurus e-KTP di Disdukcapil Makassar, namun hal tersebut sudah berlangsung sejak dua tahun lalu.

 

Peneluauran Suara Indonesia di lapangan, sebagai gantinya Dispendukcapil mengeluarkan surat keterangan (Suket) e - KTP dengan ketentuan masa berlaku hanya hingga enam bulan. Berbeda dengan e - KTP yang berlaku hingga seumur hidup.

 

Kadispendukcapil Makassar Nielma Palamba saat ditemui Suara Indonesia menjelaskan belum bisa memastikan sampai kapan kekosongan blanko ini bisa selesai.

 

Nielma Palamba bilang persoalan ini terjadi secara nasional. Penyebab kekosongan blanko di seluruh pelosok di Indonesia termasuk kota Makassar karena proses pengadaan blanko ini ditangani oleh pemerintah pusat.

 

Tahapan proses yang dilalui sebelum blanko didistribusikan sangat panjang, sebelum blanko ini dicetak di daerah itu terlebih dulu di tender di Jakarta melalui Kemendagri RI, setelah ada pemenang tender kontraktor pemenang melakukan pengadaan dan menyerahkan ke Kemendagri untuk di distribusikan ke seluruh daerah.

 

Setelah blanko tiba, masing-masing daerah melakukan pencetakan sesuai dengan data masyarakat yang lebih dulu melakukan perekaman.

 

Jika dikirim sesuai kebutuhan, kondisi kekosongan ini dia yakini tidak akan terjadi. Namun karena jumlah blanko dikirim secara terbatas tentunya pencetakan di lakukan secara prioritas.

 

Di Kota Makassar sendiri kata Nielma terdapat sebanyak 1,7 juta jiwa penduduk Makassar. Dari total tersebut, terdapat 1,2 juta jiwa wajib KTP atau usianya 17 tahun keatas.

 

Karena terjadi kekosongan blanko, wajib KTP di Makassar sebagian masih memegang surat keterangan sebagai kartu identitas.

 

"Ada sekitar 15 persen warga yang sudah memegang surat keterangan dari total 1,2 juta warga wajib KTP, artinya ada 180 warga yang belum mendapat e-KTP, "ungkap Nielma.

 

Reporter :
Editor : Dedi Kurniawan
Berita Sebelumnya Berhasil ke Babak Play Off, Persepam MU Tak Akan Sia-Siakan Kesempatan
Berita Selanjutnya Fang Seng, Pelepasan 1,5 Kwintal Ikan Menjelang Waisak di Banyuwangi

Komentar Anda