UniqMag

Musim Durian di Pamekasan, Pembeli Langsung ke Sentra

berita terkini
Bu Ris saat Melayani Pembeli Durian di Lapaknya yang terletak di Pinggir Jalan.

PAMEKASAN, (suaraindonesia.co.id)- Masuknya musim durian di Pamekasan mulai bulan Agustus sampai 5 bulan ke depan, menjadikan pinggir jalan penyambung dua desa Pegantenan dan Pakong ramai oleh pedagang durian.

Kecamatan Pegantenan sebagai satu-satunya sentra penghasil durian di Kabupaten Pamekasan, selalu ramai dikunjungi pembeli. Mereka langsung membeli di lokasi karena dianggap lebih murah dibanding membeli di pasar di kota.

Tidak seperti buah-buahan lain yang lebih banyak dibeli untuk dibawa pulang ke rumah, buah durian justru sering dimakan langsung di tempat.

Salah seorang pedagang durian,  ibu Riskiyah (35) asal Dusun Dejeh, Desa Bulangan Timur, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan yang membuka lapak di pinggir jalan Desa Bulangan Timur.

Dengan modal ramah dan jujur, ibu Ris yang menjual duriannya setiap hari sealama musim, selalu diburu pelangganannya.

Abdul Hamid salah seorang pelanggannya, saat bincang-bincang dengan suaraindonesia.co.id mengatakan, ibu Ris itu jujur dalam berdagang.

"Kalau duriannya itu tidak enak dia bilang tidak enak, saya itu tahu betul bu Ris karena saya bertahun-tahun beli durian disini," tuturnya.

Terpisah ibu Ris mengatakan, selama 15 tahun menjadi pedagang durian sampai sekarang.

"Saya sudah 15 tahun menjadi pedagang durian sampai sekarang demi memenuhi kebutuhan keluarga. Anak saya ada yang kuliah, ada yang mondok, semua butuh biaya," jelasnya.

Wanita yang berjualan pisang dan sayur ke pasar saat tidak musim durian, menambahkan, bahwa memiliki 2 pohon durian yang sekarang berbuah sekitar 200.

"Durian yang saya jual dari hasil panen tanaman sendiri, mungkin ada 200 buahnya. Sedangkan yang lain membeli dari orang untuk memenuhi stok dagangan," lanjut dia.

"Untuk masalah pelanggan, saya tidak bisa berkata apa-apa karena saya tidak punya cara khusus untuk menarik minat pembeli. Satu hal yang saya katakan pada pelanggan kalo tidak enak saya bilang tidang enak dan sebaliknya. Tetapi alhamdulillah mau beli," kata dia.

Lebih lanjut bu Ris mengatakan, harga durian bervariasi mulai Rp 25.000 sampai Rp 100.000. Dalam satu bulan bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp 1 juta. (Sohebullah)

 
Reporter : Irma Kirana
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Harga Cabai Hijau di Mataram Akhirnya Naik
Berita Selanjutnya Partai Nasdem OKI Pertama Daftar Bacaleg ke KPU

Komentar Anda