UniqMag

Pendidikan yang Membebaskan

berita terkini
Gambar Ilustrasi

MALANG RAYA, (suaraindonesia.co.id)- Pada dasarnya tujuan pendidikan adalah untuk memerangi kebodohan. Tak hanya itu, tujuan pendidikan juga untuk menciptakan manusia yang berwawasan luas dan berkualitas yang pada akhirnya akan bermanfaat pada diri sendiri, masyarakat, maupun negara. 

Dalam hal ini, pendidikan yang membebaskan dapat dikatakan sebagai pendidikan yang didalamnya tanpa ada paksaan, kekangan, dan lain hal yang berhubungan dengan tidak adanya kemantapan hati atau kenyamanan didalamnya.

Bebas dalam hal ini bukan berarti siswa dapat melakukan segala hal yang ia mau tanpa ada batasan. Tetapi siswa bebas dalam mengembangkan ide, wawasan, potensi yang dimiliki dan juga siswa dapat menyampaikan pendapatnya dengan bebas dan leluasa tanpa harus takut kepada siapa ia akan mengutarakannya.

Pendidikan di Indonesia dapat dikatakan sangat menghawatirkan. Masih banyak orang yang tidak mementingkan pendidikan. Alasan utama yang muncul adalah faktor ekonomi. 

Bagaimana dengan pendidikan yag membebaskan siswa kurang mampu dalam hal biaya? Tapi nyatanya masih banyak uang yang keluar ditengah berjalannya pendidikan. Entahlah untuk apa uang-uang tersebut yang pengeluarannya sedikit tapi berkali-kali. Terkadang hal ini dikeluhkan beberapa orangtua di beberapa sekolah.

Pendidikan sekarang tidak seperti yang diharapkan. Masih banyak diskriminasi didalamnya yang membuat siswa enggan untuk bersekolah hanya karena mereka merasa dibedakan.

Contohnya saja dalam satu sekolah terdapat perbedaan status yang mana program dan fasilitas dibuat berbeda seperti kelas regular dan kelas RSBI. 

Tentunya dalam hal biaya juga berbeda. Dimana kelas RSBI lebih mahal dan dapat dikatakan untuk kalangan orang yang memiliki ekonomi tinggi. Fasilitas yang diberikan tentunya juga berbeda dari regular. Ruang kelas yang ber AC, kegiatan tambahan, dan fasilitas yang memadai lainnya. 

Berbeda dengan kelas regular yang biasa saja tanpa adanya fasilitas lebih. Bagaimana bisa maju jika dalam satu sekolah saja terdapat perbedaan di dalamnya. 

Bukan pendidikan seperti ini yang para siswa dan orang tua harapkan, tetapi pendidikan yang dimana pemerintah berlaku adil dan merata dalam segala hal yang bersangkutan dengan pendidikan. 

Sungguh pendidikan yang baik harus bisa membebaskan siswa untuk berkreasi, mengekspresikan perasaannya, dan sebagainya. Tidak membebani anak dan tidak menjadikan sekolah itu seperti penjara.

Identitas Penulis.

Nama : Fara Desiyanti

Nim : 201610070311028

Jurusan   : Pendidikan Biologi. 

Universitas Muhammadiyah Malang

 
Reporter : Irma Kirana
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Pangdam XVIII/Kasuari Tekankan Jajarannya Maksimalkan Tugas Teritorial
Berita Selanjutnya Mendagri Lantik Deputi BNPP Menjadi Penjabat Gubernur NTT

Komentar Anda