UniqMag

Sukseskan Swasembada Pangan 2018 di Kaltim

berita terkini
Kegiatan tanam bersama oleh BPTP Balitbangtan Kaltim

SAMARINDA, (suaraindonesia.co.id)– Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balibangtan Kaltim menggelar Tanam Bersama (TB) di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar).

Dalam kegiatan TB dihadiri perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Camat Marangkayu, Kodim 0809 Bontang, polsek Marangkayu, Para penyuluh pertanian, kelompok tani, dan masyarakat setempat.

“Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan indeks pertanaman, dimana penanaman selama setahun sekali, bisa dilakukan dua kali bahkan lebih. Ini harus dilakukan sebaik-baiknya dalam rangka mendukung swasembada beras secara nasional terkhusus di Benua Etam,” jelas Kepala BPTP Balitbangtan Kaltim Muhammad Amin.

Ia menambahkan, yang ditanam bersama masyarakat tersebut jenis Inbrida Padi Gogo (Inpago) 8 yang merupakan varietas unggul baru (VUB) yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian agar bisa dikembangan secara luas. Untuk Kaltim lahan sawah sangat cocok untuk Inpago 8 sebab varietas ini juga bisa disebut sebagai varieta amfibi yang mana bisa hidup di sawah dan lahan kering.

“Tanam bersama ini juga dalam upaya mendukung upaya khusus (Upsus). Kedepan akan kami optimalkan untuk mengembangkan VUB ini supaya produktivitas petani bisa meningkat,” harapnya.   

Sementara itu, Kepala Peneliti BPTP Balitbangtan Kaltim, M Hidayanto menyebutkan,  secara nasional telah swasembada beras, sedangkan Kaltim masih kekurangan sekitar 123.000 ton pertahunnya. Katanya, Kaltim terdapat 12 ribu hektar lahan irigasi dengan penanamannya dua kali setahun dan produktivitas 5,5 ton perhektar maka bisa menghasilkan 143 ribu ton. Untuk lahan sawah non irigasi ada 48 ribu hektar produksisnya 4 ton perhektar makan bisa menghasilkan 228 ribu ton pertahun.

“Dengan cara ini sebetulnya Kaltim sudah bisa swasembada beras. Jumlah penduduk 3,5 juta jiwa dengan konsumsi 113 kg perkapita tiap tahunnya makan membutuhkan 395.500 ribu ton,” beber Hidayanto.

Dengan adanya program dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Litbang Pertanian, ia berharap, pertanian di kawasan Santan Ulu bisa menjadi penyokong untuk swasembada beras di Kaltim yang telah dicanangkan pada 2018. Di lokasi tersebut lanjutnya, ada beberapa VUB yang ditanam yakni inpari 30, inpari 40, inpari 6, Inpara 2 serta Inpago 8.

 

 

 

Reporter : Muhammad
Editor : Anam Fanani
Berita Sebelumnya Gerindra Kubar Suao Hadapi Pilgub Kaltim 2018 Dan Pikeg 2019
Berita Selanjutnya Jalin Silaturahmi & Kekompakan, Ketua RT 012/RW 02 Kota Bambu Utara Jakarta Barat Gelar Nobar Final Piala Dunia

Komentar Anda