UniqMag

Dengan Sistem Proliga, BPTP Sumbar Panen Bawang Biji Berlipat Ganda

berita terkini
Taman Sains Pertanian kabupaten Solok

SOLOK, (suaraindonesia.co.id)- Balai Penelitian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumbar berhasil memanen 36 ton perhektare bawang merah dari biji di Taman Sains Pertanian, Sukarami, Kabupaten Solok, Selasa (23/01).

Biasanya, dengan bibit dari umbi, produksi hanya sebanyak 10 ton hingga 15 ton perhektare. Keberhasilan ini, merupakan langkah maju peningkatan produksi bawang merah di Sumbar.

Kepala Bidang Kerja Sama Pelayanan dan Pengkajian Teknologi BPTP Sukarami, Ismon Lenin menyatakan,  program teknologi pengembangan bibit bawang merah dari biji oleh Taman Sains Pertanian memakai metode True Seed of Shallot (TSS), dengan dua varietas Bima Brebes dan Trisula, dengan sistem Proliga (Program Lipat Ganda). Di samping produksi mencapai tiga kali lipat namun bisa lebih menghemat benih.

“Untuk satu hektare, hanya diperlukan biaya bibit Rp 10 juta dan biaya penyemaian Rp 5 juta. Jadi totalnya Rp 15 juta. Sementara, jika bibit dari umbi satu hektare membutuhkan umbi sebanyak 1,5 ton dengan biaya Rp 60 juta. Jadi untuk benih saja, petani sudah hemat Rp 45 juta perhektarenya,” terang Ismon.

Ismon juga menjelaskan keunggulan bawang merah dari biji yaitu, bibit tahan lama sampai 3 tahun, bebas dari hama, tahan terhadap cuaca dan iklim dan bebas dari penyakit genetik,"katanya.

“Bibit dari biji jauh lebih murah dan dengan hasil panen hingga tiga kali lipat. Hal ini bisa mengantisipasi keluhan masyarakat terhadap mahalnya bibit bawang merah dan ketersediaan bawang sepanjang tahun, tanpa terpengaruh cuaca. Meski di musim hujan, bibit tetap ada," pungkasnya.

Reporter : Betmil Yonika
Editor : Anam Fanani
Berita Sebelumnya Siap Hadirkan Relawan Palestina, Begini Penjelasan Daarut Tauhid Lampung
Berita Selanjutnya Jalin Silaturahmi & Kekompakan, Ketua RT 012/RW 02 Kota Bambu Utara Jakarta Barat Gelar Nobar Final Piala Dunia

Komentar Anda