UniqMag

Difteri Mulai Masuk ke Pamekasan, 10 Penderita Ditemukan

berita terkini
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan Ismail Bey saat Memberikan Keterangan

PAMEKASAN, (suaraindonesia.co.id) - Penyakit Difteri mulai memasuki dan menyerang masyarakat Pamekasan, Hingga saat ini ditemukan 10 kasus penderita Difteri di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Penyakit Difteri merupakan penyakit pernapasan berat yang disebabkan oleh toksin atau racun yang dikeluarkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheria.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Pamekasan Ismail Bey mengatakan, bahwa di Pamekasan terdapat 10 kasus penderita Difteri.

"Paling banyak kasus difteri di temukan di wilayah Pakong," ungkapnya, Rabu (31/01).

Menurutnya, penyakit difteri termasuk penyakit berbahaya yang pada umumnya menyerang balita dan anak-anak pada rentang 1-9 tahun dan sifatnya mudah menular dan dapat berakibat fatal hingga berujung pada kematian.

"Namun beberapa kasus difteri juga bisa terjadi pada bayi, remaja, bahkan orang dewasa," tuturnya.

Lebih lanjut Ismail mengatakan, untuk mencegah penularan penyakit berbahaya tersebut, Pemkab Pamekasan gencar melakukansosialisasi serta menyuruh masyarakat melakukan imunisasi.

"Di Jawa Timur sendiri termasuk Sampang dan Kabupaten Bangkalan yang sudah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB), akan dilakukan imunisasi dalam rangka mencegah penyebaran penyakit difteri tersebut. Dan secara serentak digelar pada tanggal 5 Februari, dan bulan Juli, serta terakhir di bulan November," katanya.

Himbaunya, kepada masyarakat, agar anak yang berumur 1-19 tahun dilakukan imunisasi ulang, baik ke pos-pos pelayanan seperti, Polindes, Puskesmas, Rumah Sakit ataupun klinik terdekat.

Reporter : Sohebullah
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Tim Percepatan Pembangunan Sangkulirang, Kutim, Gerak Cepat Atasi Sampah
Berita Selanjutnya Perusahaan Alih Daya Bantah Potong Gaji Sekuriti Lippo Plaza

Komentar Anda