UniqMag

Granat Tangan dan Mortir Peninggalan Perang Ditemukan Warga Jember

berita terkini
Sslah satu peledak yang ditemukan warga Jember

JEMBER, (suaraindonesia.co.id) - Sebuah mortir peninggalan Belanda yang diduga masih aktif ditemukan oleh seorang pemulung asal Jenggawah di Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, Kamis sore (22/2/2018). 

 

Sementara itu dihari yang sama, seorang petani cabe asal Desa Sukogidri, Kecamatan Ledokombo juga menemukan sebuah granat tangan peninggalan perang di pekarangan rumahnya.

Kedua benda sisa perang kemerdekaan tersebut oleh tim Jihandak Datasemen Gegana Brimob Polda Jatim kemudian diamankan agar tidak membahayakan masyarakat.  

Kabag Ops Polres Jember Kompol Mukhamad Lutfi saat ditemui awak media Jumat pagi(23/2/2018) mengatakan temuan dua jenis peledak itu berawal dari laporan warga.

“Untuk penemuan mortir, awalnya didapatkan oleh seorang pemulung yang berprofesi sebagai tukang loak, yang menggali tanah di Desa Rambigundam. Setelah itu dibawa ke Jenggawah untuk dijual. Karena dari bentuknya mencurigakan dan mirip mortir, selanjutnya dibawa ke Polsek Jenggawah,” ujar Lutfi.

“Yang menemukan Pak Suli petani cabe. Jadi saat itu, bermaksud untuk menanam cabe di pekarangan lahan sawahnya. Saat mencangkul tanah, alat cangkulnya mengenai benda keras yang setelah diangkat, diketahui satu granat tangan dari peninggalan perang,” tambahnya.

Pasca ditemukan warga granat tangan tersebut kemudian diamankan di Polsek Ledokombo. Diketahui dua jenis peledak itu, kata Lutfi, selama pelatuknya belum dicabut, indikasinya masih aktif.

Setelah diketahui adanya penemuan mortir dan granat Polres Jember menghubungi Tim Jihandak Datasemen Gegana Brimob Polda Jatim untuk mengamankan jenis peledak itu.

“Penanganan bahan peledak adalah domainnya Brimob, maka kita memanggil Tim Jibom (Jihandak) dari Bondowoso, untuk menangani,” ucapnya.

Lutfi juga mengimbau kepada masyarakat, jika menemukan bahan peledak peninggalan perang, agar langsung melapor ke aparat kepolisian terdekat. Sebab meskipun sudah bertahun-tahun terpendam atau terkubur dalam tanah, bisa saja bahan peledak tersebut masih aktif dan berbahaya.

Reporter : Vino AFM
Editor : Dedi Kurniawan
Berita Sebelumnya Literasi Rendah, Masyarakat Gampang Terbujuk Investasi Bondong
Berita Selanjutnya Diduga Arus Pendek, Dua Rumah di Kuantan Singingi Ludes Terbakar

Komentar Anda