UniqMag

73 Santri di Jember Dehidrasi Usai Imunisasi Difteri

berita terkini
Santri di Ponpes Madinatul Ulum Lemas setelah Imunisasi Difteri

JEMBER, (suaraindonesia.co.id) - Puluhan santri di ponpes Madinatul Ulum Desa Cangkring Kecamatan Jenggawah, Jember Jawa Timur mendadak dehidrasi usai menjalani imunisasi Difteri. Tujuh puluh tiga (73) orang santri harus mendapatkan perawatan petugas kesehatan dari Puskesmas Jenggawah.Lima belas (15) orang  diantaranya dirawat dan mendapat pengawasan medis di Puskesmas dan klinik kesehatan ponpes setempat.

Menurut salah seorang santri asal Bondowoso Abdullah Fakih mengatakan, setelah disuntik imunisasi, kondisi badannya terasa lemah dan juga terasa pusing.

“Kepala saya pusing setelah disuntik siang tadi, setelah itu disarankan untuk istirahat dan sekarang berangsur pulih tinggal lemasnya aja,” ucapnya.

Kepala Puskesmas Jenggawah Nuri Usmawati saat dikonfirmasi suaraindonesia.co.id menyampaikan, 73 santri tersebut mengalami dehidrasi dan butuh penanganan serius.

“Karena efek dari pasien yang diimunisasi Difteri tersebut berbeda-beda, tergantung dari fisiknya. Tapi pasien ini sudah membaik, dan tidak semua karena imunisasi tapi ada juga yang panas sebelum di imunisasi,” ujar dokter Nuri, (28/02).

Nuri menjelaskan, untuk pasien yang suhu badannya panas sebelum diimunisasi nantinya hari Kamis akan dijadwalkan untuk diimunisasi.

“Untuk efek yang dirasakan pasien macam-macam, ada yang panas saja (badannya) ada yang disertai mual, sama halnya seperti yang dialami jika seseorang telat makan itu,” ucapnya.

Sementara itu pengasuh Ponpes Madinatul Ulum Kiai Luthfi Ahmad mengatakan, imunisasi Difteri tersebut sesuai dengan instruksi pemerintah dan dilakukan imunisasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jember.

“Untuk imunisasi ini dilakukan kepada  ratusan santri tingkat SMP di Ponpes kami, untuk santri tingkat SMA menyusul karena masih ada ujian sekolah,” ujar pria yang akrab dipanggil Kiai Luthfi ini.

Lanjut Kiai Luthfi, untuk santri yang mengalami dehidrasi, ditangani langsung di klinik kesehatan pondok.

“Ada yang dirawat di klinik pondok, ada yang dirawat di puskesmas. Tapi Alhamdulillah semua tertangani dengan baik, dan cukup istirahat dengan dibantu cairan infus,” ujarnya.

“Pengalaman ini pertama kalinya di pondok pesantren kami, dan selanjutnya pihak dinas kesehatan akan membantu penuh penanganannya,” ucapnya menambahkan.

Reporter : Vino AFM
Editor : Dedi Kurniawan
Berita Sebelumnya Peringati HPSN, Polres Situbondo Bersih-Bersih di Pantai Pathek
Berita Selanjutnya Diduga Arus Pendek, Dua Rumah di Kuantan Singingi Ludes Terbakar

Komentar Anda