UniqMag

Tingkatan Produksi Beras Balitbang Pertanian Bersama IRRI Kembangkan Padi Hibrida 

berita terkini
Delegasi IRRI saat berada di Sleman

SLEMAN, (suaraindonesia.co.id) - Dalam upayanya meningkatan produksi beras dunia Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementrian Pertanian Indonesia dan The Internasional Rice Research Institute (IRRI) bekerjasama mengembangkan teknologi padi varietas hibrida.

Menurut  Deputy Director General IRRI, Dr V Bruce J Tolehtino, dipilihnya padi hibrida karena memiliki ketahanan terhadap serangan hama. Selain itu dengan pengembangan teknologi pertanian terhadap padi hibrida produktifitasnya bisa mengalami peningkatan mencspai 20-25 persen.

"IRRI melihat teknologi padi hibrida sebagai solusi lain yang layak untuk membantu mempercepat target swasembada beras bagi Indonesia"  sambung Tolentino saat mengunjungi demplot padi hibrida seluas 7 hektar di Margoluwih Seyegan Sleman Yogyakarta kamis (1/3/2018).

Ia menambahkan, selama ini IRRI dan Indonesia dalam menjalin kemitraan telah berhasil meniingkatkan produktifitas padi, meningkatkan kesejahteraan petani padi di Indonesia serta meningkatkan kapasitas keilmuan para peneliti junior melalui pelatihan di IRRI.

Ia juga menjelaskan padi hibrida ini  bisa menjadi solusi dalam peningkatan produksi hasil panen tanpa harus membuka lahan baru. Di samping itu padi hibrida bisa menjawab tantangan bagi negara di Asia Tenggara di tengah ancaman perubahan iklim global seperti saat ini.

Dalam peninjauannya ke kelompok tani Tri Mulyo Seyegan, Bruce Tolentino dan para delegasi dari 11 negara terlihat kagum dengan sistem yang dijalankan petani yakni dengan menerapkan sistem mina padi.

Sementara itu Kepala Badan Litbang Pertanian Indonesia, Muhammad Syakir memaparkan investasi teknologi padi hibrida sangat mendukung program pemerintah dalam meningkatkan produksi padi dalam negeri. Sehingga akan mendukung program swasembada beras dan mewujudkan Indonesia sebagai lumbung beras tahun 2045.

"Varietas padi hibrida yang dikembangkan Badan Litbang Pertaniam antara Hipa 18, Hipa 8, Hipa 9, Hipa Jatim 2 serta Hipa 19," terang Syakir.

Reporter : Lanjar Artama
Editor : Anam Fanani
Berita Sebelumnya Bupati Apresiasi Terobosan Perencanaan Pembangunan Yang Dilakukan KNPI Kutim
Berita Selanjutnya Jalin Silaturahmi & Kekompakan, Ketua RT 012/RW 02 Kota Bambu Utara Jakarta Barat Gelar Nobar Final Piala Dunia

Komentar Anda