UniqMag

Sekitar 39 ribu Warga Jember Terancam Tak Bisa Nyoblos

berita terkini
Ketua KPU Jember Ahmad Anis saat menyerahkan hasil rekapitulasi data pemilih sementara kepada anggota Bawaslu Jember

JEMBER, (suaraindonesia.co.id) -  Sekitar 39 ribu warga Jember terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya saat pilgub Jawa Timur 27 juni mendatang.Penyebabnya puluhan ribu warga ini belum memiliki identitas kependudukan. Data ribuan warga terancam tidak bisa berpartisipasi terungkap saat rapat pleno penetapan DPS tingkat kabupaten di Aula KPU Jember, kamis siang (15/3/2018).

Komisioner KPU Jember Habib Rohan mengungkapkan, berdasarkan hasil rekapitulasi data pemilih seluruh kecamatan, diperoleh data pemilih sementara di kabupaten Jember sebesar 1.817.492 orang. “Dari DPS tersebut tercatat pemilih laki-laki sebanyak 897.543 orang dan pemilih perempuan sebanyak 919.949 orang,”katanya.

Pihak KPU Jember juga berhasil mendata pemilih potensial yang hingga saat ini belum memiliki kartu tanda penduduk elektronik, atau e-KTP dengan jumlah mencapai 38.909 orang.

Rohan mengatakan data tersebut akan diserahkan kepada Dinas Kependudukan Catatan Sipil Jember, agar segera ditindaklanjuti,mengingat salah satu syarat agar bisa masuk dalam daftar pemilih tetap,atau dpt ialah sudah memiliki e-KTP atau minimal surat keterangan pengganti e-KTP.

“Untuk yang itu (pemilih tanpa e-KTP) ada yang sudah perekaman tapi NIK tidak ada dan kita mintakan. Jadi KTP non elektronik itu memang sudah perekaman namun secara fisiknya blangkonya belum memiliki.Kami sudah berkoordinasi dengan Dispenduk Capil agar disediakan,”jelas Rohan.

Namun apabila blanko e-KTP masih tidak tersedia,sesuai dengan instruksi Kementerian Dalam Negeri adalah surat keterangan yang berlaku selama 6 bulan.

Disisi lain, Kasubag Umum Dispenduk Capil Jember Yulia, yang ikut dalam rapat pleno mengatakan akan menelusuri penyebab ribuan warga Jember yang belum ber e-KTP tersebut.”Kita masih mencari dia tidak memiliki e-KTP ini kenapa,  mungkin belum perekaman atau mungkin belum punya e-KTP nya tapi punya Suket,(Surat Keterangan),”katanya

“Saat ini tim kami terus melakukan perekaman di desa-desa jadi setiap hari yang tidak punya suket karena untuk prosesnya untuk menjadi KTP tidak bisa langsung. Jadi kita buatkan Suket agar warga dapat memilih nanti,”tanda Yulia.

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Dedi Kurniawan
Berita Sebelumnya Dinas Pariwisata Bondowoso Kenalkan Tarian Khas Anak Macan
Berita Selanjutnya Pemkab OKI 'Blacklist' Perusahaan Perencanaan Proyek Rumdin Bupati

Komentar Anda