UniqMag

Di Madura akan Terbit Alquran Terjemahan Bahasa Lokal

berita terkini
Alquran Terjemahan Bahasa Madura

PAMEKASAN, (suaraindonesia.co.d) - Masyarakat Madura yang dikenal sebagai masyarakat religius yang tingkat ketaatannya sangat tinggi tentu sudah lama merindukan hadirnya Alquran yang diterjemahkan dalam bahasa Madura.

"Harapannya tentu agar lebih mendekatkan Alquran dengan masyarakat Madura", tutur Moh. Zahid Ketua Tim Penerjemah Alquran berbahasa Madura sekeligus Ketua 1 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), Jum'at (23/03)

Zahid mengatakan, inisiatif untuk menerjemahkan Alquran kedalam bahasa Madura itu sebenarnya sudah lama diproses.

"Pada tahun 2006 itu ada jemaah pengajian Surabaya bekerja sama dengan STAIN Pamekasan kita bentuk tim dan tim itu sampai saat ini tetap berjalan yang diselenggarakan di pendopo Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan," ungkapnya.

"Tapi kemudian ada desakan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Agama agar segera dituntaskan dan itu kemudian dibentuk tim lain," imbuhnya.

Pihaknya mengungkapkan, nanti ada dua vesi terjemahan antara tim yang di Pendopo Wabup dan tim yang di STAIN Pamekasan.

"Jadi kalau versi terjemahan yang dilakukan di Pendopo Wakil Bupati tetap berjalan dengan pakem dan pola penterjemahan yang sedikit banyak berbeda dengan pakem dan pola penterjemahan yang dilakukan oleh tim STAIN Pamekasan sendiri," paparnya.

Tetkait validasi, Zahid menuturkan bahwa masih ada tahap workshop yang didalamnya akan diundang para pakar.

"InsyaAllah tanggal 04 - 06 April besok akan dilakukan workshop validasi 1, kalau itu sudah dianggap tidak ada banyak masalah nanti akan dilanjutkan kembali workshop validasi ke-2 kemudian dan mudah-mudahan di pertengahan tahun sudah bisa di launching," ujarnya.

Pihaknya berharap, nantinya launching terjemahan Alquran berbahasa Madura ini bisa bersama dengan launcing alih status STAIN Pamekasan menjad Isntitut Agama Islam Negeri (IAIN).

"Tentu sebagai sebuah karya pasti ada kekurangan dan kelemahan, apa lagi ini perdana terlebih di tingkat bahasa terjemahan Madura itu masih belum satu kata karena banyak dialeg dengan beragam versi kosakata yang mungkin berbeda di empat kabupaten. Hal ini menjadi problem tersendiri sehingga kita berharap masukan-masukan yang nantinya akan menjadi penyempurna di edisi selanjutnya," pungkasnya

Reporter : Sohebullah
Editor : Dedi Kurniawan
Berita Sebelumnya Warga Penolak Bandara Kulon Progo Protes Pemortalan Oleh Angkasa Pura
Berita Selanjutnya Cabub dan Cawabu OKI Adu Gagasan Dalam Depat Publik Pertama

Komentar Anda