UniqMag

Ini Poin-Poin Hasil Jambore Pegiat Budaya dan Sejarah di Lamongan

berita terkini
Suasana diskusi dan rapat dalam jambore insan bidaya dan sejarah di Lamongan Sabtu (24/3)

 

LAMONGAN, (suaraindonesia.co.id) - Sedikitnya 140 insan pelestari sejarah dan budaya se-Jatim berkumpul dalam jambore komunitas di aula Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan pada Sabtu kemarin ( 24/3/2018). Mereka memutuskan membentuk presidium Pelestari Sejarah dan Budaya Jatim.

Dari pembahasan tersebut ditentukan 20 orang perwakilan dari kabupaten/kota di Jatim.

Ketua Panitia Mohammad Nafis Abdurouf mengatakan, jumlah tersebut bisa bertambah sesuai kesepakatan. Pada intinya,  kegiatan tersebut membahas bagaimana mengadvokasi peninggalan-peninggalan cagar budaya di Jatim.

"Komitmen kita mengadvokasi cagar budaya agar tetap lestari. Untuk itu, kita merumuskan konsep dengan membagi dua dulu bahasan umumnya di Komisi hukum dan advokasi serta Komisi pengembangan pelestarian dan pemanfaatan," ujar Nafis pada Ahad (25/3/2018) dini hari tadi.

Panitia lainnya, Supriyo menjelaskan bahwa pada akhirnya  para komunitas ikut mendorong akses memperjuangkan kecagarbudayaan hingga ke pusat.

"Bagaimana menghasilkan rekomendasi- rekomendasi untuk kita sampaikan ke pusat.

Apa yang kita lakukan menjadikan rujukan secara nasional untuk melestarikan cagar budaya di Indonesia. Dan yang pasti, setiap komunitas memiliki hak prerogratif dalam melakukan keputusan dalam mengadvokasi cagar budayanya di daerahnya masing-masing," ucap Supriyo.

Reporter : Lanjar Artama
Editor : Anam Fanani
Berita Sebelumnya KNPI Banyuwangi Siap Bikin Posko Pengaduan Pemilu
Berita Selanjutnya Herlang: Pemuda Kutim Harus Melestarikan Seni dan Budaya

Komentar Anda