UniqMag

Buku Khutbah Beraliran Syiah di Jember Ditarik dari Peredaran

berita terkini
Buku khutbah Jumat yang ditarik peredarannya di Jember

JEMBER, (suaraindonesia.co.id) - Buku khutbah Jumat  yang diindikasi memuat aliran syiah akhirnya ditarik dari peredaran. Buku  berjudul “57 Khutbah Jumat Runut Logika Agama yang Terpadu dengan Kebangsaan dan Sentuhan Doa “  itu oleh MUI Jember dinyatakan tidak layak edar dan harus dicegah peredaraannya serta ditarik dari peredaraan.

 Ketua MUI Jember Prof Halim Subahar saat jumpa  siang tadi mengatakan, setelah dikaji oleh MUI buku tersebut tidak layak diedarkan karena berpotensi menimbulkan kerawanan di masyarakat Jember yang mayoritas menganut paham Islam Sunni.

“Di buku ini tidak menyajikan bagaimana Islam ahlu sunnah wal jamaah. Bagaimana Islam yang damai,tetapi buku ini menyajikan salah satu faham yakni Syiah,”tegas Prof Halim Subahar.

Halim Subahar kemudian mencontohkan beberapa ciri-ciri ajaran Syiah yang dimuat dalam buku tersebut. “Paling mudah yang kami deteksi, dalam memahami ahlul bait. Di sini (buku) hanya dibatasi lima yakni,Nabi Muhamad SAW, Sayidina Fatimah, Ali bin Abi Tholib, Hasan dan Husen. Padahal menurut ahli sunnah wal jamaah Siti Khotijah, Siti Aisyah itu keluarga Nabi tapi ini tidak dihitung oleh Syiah,”katanya.

Oleh karena itu kata Halim, jika ini dipaksakan didistribusikan di masjid-masjid di Jember ini sangat rawan. ''Kenapa sangat rawan karena hampir 100 persen masjid di Jember itu Sunni,”lanjut Halim.

Meski demikian, buku ini sempat beredar pada masjid-masjid di Jember yang notabene masjid beraliran ahlu sunnah waljamaah atau sunni. Namun berkat kekompakan Forkompimda dan pihak MUI buku yang sempat beredar ini dapat dicegah peredarannya,sebelum semakin meluas peredaraannya.

“Syukur Alhamdulillah ulama umara di Jember sangat kompak begitu ini kami sampaikan ke Kapolres, Dandim langsung merespon,'' katanya. 

Begitu juga ketika disampaikan  ke Bupati Jember juga langsung direspon. '' Kapolres langsung berkordinasi dengan Dandim agar buku ini tidak disebar dulu sambil menunggu kajian dari MUI,”jelas Halim.

Menurut data yang dimiliki  MUI Jember, buku yang tidak mencantumkan penulis dan alamat percetakan Islam Itegral penerbit buku ini di deteksi ada ratusan buku yang telah beredar dan ada lebih dari 14 ribu eksemplar diamankan aparat keamanan.

Reporter : Vino AFM
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Kodim 0909 Sangatta, Tegaskan TNI Harus Netral
Berita Selanjutnya Cabub dan Cawabu OKI Adu Gagasan Dalam Depat Publik Pertama

Komentar Anda