UniqMag

Ke DIY, Menag Anggap Penyuluh Agama Orang Istimewa, Kok Bisa?

berita terkini
Menag saat diskusi bersama para penyuluh agama

YOGYAKARTA,  (suaraindonesia.co.id) - Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin menyapa langsung ratusan penyuluh agama yang ada di DI Yogyakarta.

Menurut Menag, penyuluh agama merupakan orang yang istimewa. Karena penyuluh agama merupakan orang yang mendapat keperayaan dari negara.

Hal tersebut diungkapkan Menag di hadapan ratusan penyuluh agama yangcada di  DIY saat di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam acara Sapa Menteri Agama RI bersama Penyuluh Agama DIY, Rabu sore (28/3).

Lukman Hakim menuturkan, penyuluh agama merupakan orang pilihan dan mendapat kehormatan serta kemulyaan. Bukan hanya negara yang memberikan kepercayaan akan tetapi Tuhan juga mempercayakan amanahnya kepada Penyuluh.

Lebih jauh Lukman Hakim berharap sebagai penyuluh juga harus kritis dalam menerima dan menyampaikan suatu berita. Berita yang diterima harus dianalis kebenaran isinya. Di samping itu harus diketahui siapa pembuat atau yang menyebarkan dan apa tujuan berita tersebut.

"Penyuluh harus menganalisa terlebih dahulu dan perlu tabbayun terkait kebenarannya dan apakah akan membawa manfaat atau madhorot ," saran Menag.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menyampaikan penyuluhan tidak hanya luas wawasan dan pengetahuannya namun juga ketrampilannya. 

"Saya juga sampaikan kabar gembira berdasar rapat kerja dengan DPR RI Komisi VIII bahwa telah disetujui adanya peningkatan honorarium sebanyak dua kali lipat dari yang sekarang,"  tandasnya.

Reporter : Lanjar Artama
Editor : Anam Fanani
Berita Sebelumnya Panglima TNI Bersama Kapolri Kunjungi Perbatasan RI- Malaysia di Nunukan
Berita Selanjutnya Cabub dan Cawabu OKI Adu Gagasan Dalam Depat Publik Pertama

Komentar Anda