UniqMag

Mahyudin Maju Lewat DPD, Bupati, Pemkab Kutim, dan Warga Beri Dukungan Moril

berita terkini
Penuh keakraban foto bersama jajaran Pemkab Kutim dengan Wakil Ketua MPR RI Mahyudin (ist)

KUTAI TIMUR, (Suaraindonesia.co.id) – Mahyudin yang saat ini  menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI, menyatakan diri akan maju melalui jalur perseorangan (DPD RI) di Pemilu 2019 mendatang. Hal tersebut disampaikan olehnya saat membuka Sekretariat Tim Pendukung dikediaman pribadinya, di Jalan Soekarno Hatta, Sangatta Utara, Kutim, Kamis (5/4/2018).

Momen pembukaan sekretariat sekaligus silatutahmi dengan jajaran Pemkab Kutim serta masyarakat tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ismunandar dan Wabup H Kasmidi Bulang berikut pejabat lainnya. Dukungan terlihat tak berhenti mengalir. Mulai dari kalangan organisasi mayarakat, organisasi kepemudaan, tokoh agama dan tokoh parpol serta ribuan masyarakat Kutim berdatangan untuk mengumpulkan foto copy KTP.

Seluruh pejabat dan pegawai Pemkab Kutim datang dengan tujuan memberi dukungan moril dan bersilaturahmi dengan Mahyudin yang merupakan mantan Bupati Kutim.

“Dukungan kita, berupa dukungan moril. Pak Mahyudin merupakan mantan orang nomor satu di Pemkab Kutim yang terus berkarir politik hingga duduk di MPR RI. Kami sebagai warga Kutai Timur, tentu mendukung langkah beliau melalui jalur independen. Apalagi, tak sedikit juga dukungan pembangunan yang diberikan beliau pada masyarakat Kaltim, termasuk Kutim,” ungkap Bupati Ismunandar.

Selanjutnya Mahyudin yang adalah politikus partai Golkar mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan masyarakat Kutim maupun Kaltim pada umumnya. Dirinya menegaskan kenginan maju melalui jalur independen merupakan keinginan untuk terus berjuang demi daerah. Terutama untuk Kabupaten Kutim dan sekitarnya.

“Saya merasa masih ada kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah. Sehingga perlu wakil-wakil daerah ditingkat nasional,” ungkap Mahyudin, Bupati Kutim periode 2003 sampai 2005.

Mahyudin mengakui, alasan memilih jalur DPD bukan karena dipicu oleh konflik internal ia dengan Partai Golkar. Seperti diketahui, kursi yang ia jabat sebagai Wakil Ketua MPR terus 'digoyang' oleh Golkar dengan rencana menggantikannya dengan Titiek Soeharto.

“Saya merasa ingin berkiprah, mengaktualisasi diri saya sebagai politikus melalui jalur perseorangan. Saya tetap menjadi kader Golkar. Saya tidak keluar dari Golkar yang sudah membesarkan saya,” ujarnya dalam silatuhrahmi yang penuh keakraban selama kurang lebih 2 jam dan ditutup dengan sesi foto bersama tersebut. (hms10/Advetorial)

Reporter : Muhammad
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Bupati Kutim Hadiri Konferwil PWNU Kaltim di Samarinda
Berita Selanjutnya Fang Seng, Pelepasan 1,5 Kwintal Ikan Menjelang Waisak di Banyuwangi

Komentar Anda