UniqMag

Akan Dapat Bantuan, Mahasiswa Penghafal Al Quran UNEJ Diseleksi

berita terkini
Dua orang mahasiswi Universitas Jember sedang menjalani seleksi hapalan Al Quran.

JEMBER, (suaraindonesia.co.id) -  Sebanyak 15 mahasiswi dan 12 mahasiswa Universitas Jember yang memilik kemampuan menghafal Al Quran menjelani seleksi penerima bantuan dari Yayasan  Baitul Maal BRI di Masjid Al Hikmah Kampus Tegal Boto Rabu malam (11/4). 

Menurut Kepala Biro 1 Bidang Akademik,Kemahasiswaan dan Alumni, seleksi ini dilakukan untuk menentukan mahasiswa yang berhak menerima bantuan. “Hari ini kami memberikan kesempatan kepada seluruh mahasiswa Universitas Jember yang mampu menghafal Al Qur’an untuk mengikuti seleksi, syaratnya sudah hafal minimal satu juz,” kata Dul Khalim, Kepala Biro I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni

“Harapannya dengan seleksi ini maka kita memiliki tambahan data mengenai hafidz di Universitas Jember, sehingga pembinaannya pun bakal lebih terarah. Semoga makin banyak mahasiswa kita yang memiliki kemampuan sebagai penghafal Al Qur’an,” ujar Dul Khalim. Dari data saat ini sudah tercatat 125 mahasiswa penghafal Al Qur’an.       

Untuk diketahui, YBM BRI sebelumnya juga sudah menyerahkan bantuan yang sama pada bulan Februari 2018 lalu. 

Menurut M. Ainun Najib, staf YBM BRI Kantor Wilayah Malang yang bertugas menyeleksi, setiap peserta bakal diuji hafalan, tajwid, serta kelancaran bacaannya. Setiap peserta juga menjalani sesi wawancara dan pemeriksaan berkas, termasuk surat keterangan atau sertifikat hafal Al Qur’an dari pondok pesantren, atau lembaga yang menaunginya. 

“Setiap peserta akan ditanya hafal juz berapa saja, selanjutnya tim akan membacakan ayat tertentu yang wajib dilanjutkan oleh peserta,” jelas M. Ainun Najib.

Bety Jannaty dan Inny Sa’adah adalah dua orang mahasiswi yang mengikuti seleksi. Bety adalah mahasiswi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, sementara Inny dari Program Studi Kimia FMIPA, mereka berdua adalah santri di Pondok Pesantren Al Husna.

“Kebetulan di pondok ada program tahfidz, alhamdulillah saya sudah hafal dua juz, sementara Inny sudah hafal lima juz,” jelas Bety yang asli Umbulsari, Jember ini. Sementara itu sang rekan, Inny menambahkan, sehari-harinya mereka berdua berlatih menghafal Al Qur’an dengan cara menyetor hafalan kepada pengasuh sehabis sholat subuh. 

“setiap malam kami teruskan dengan latihan sendiri, memang cukup berat mengatur waktu antara kuliah dan menghafal Al Qur’an, tapi saya yakin akan selalu ada bantuan bagi orang yang menghafal Al Qur’an, kuncinya disiplin,” tutur Inny, mahasiswi asal Banyuwangi.

Tantangan mengatur waktu juga disampaikan oleh Imad Aqil, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer yang sudah hafal Al Qur’an 10 juz. Menurut Imad, lebih susah menjaga dan mempertahankan hafalan dibandingkan dengan sekedar menghafal. “Setiap hari saya mengalokasikan waktu minimal dua jam untuk berlatih menghafal. Siang hari sibuk dengan perkuliahan, sementara malam hari saya gunakan untuk setor hafalan kepada pengasuh di Pondok Pesantren Ibnu Katsir,” ungkap Imad.


Selain memberikan bantuan dana, YBM BRI juga memiliki program Kader Surau yang juga membina para hafidz. Rencananya, bantuan bagi para penghafal Al Qur’an ini akan diserahkan langsung oleh R. Sophia Alizsa, Direktur Human Capital BRI yang juga pembina YBM BRI pada hari Jumat, 13 April 2018 di Kampus Tegalboto.

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Bersama Warga, DPC GMNI Kutim Segel TPS Road 9 
Berita Selanjutnya Mendagri Lantik Deputi BNPP Menjadi Penjabat Gubernur NTT

Komentar Anda