UniqMag

Ngeri-ngeri Sedap Melewati Jembatan Gantung Penghubung Situbondo - Bondowoso

berita terkini
Jembatan gantung yang dibangun dermawan asal Swiss di salah satu perbatasan Situbondo-Bondowoso.

BONDOWOSO, (suaraindonesia.co.id)- Masyarakat dua desa di dua kabupaten, Bondowoso dan Situbondo sangat beruntung ada jembatan gantung ini. Jembatan yang jika dilewati ngeri-ngeri sedap ini bisa memangkas jarak tempuh 20 kilometer jika harus memutar. 

Cerita telat berangkat ke sekolah, hingga tidak bekerja akibat naiknya air sungai pun kini tak akan ada lagi. Jembatan gantung itu ada berkat bantuan, seorang dermawan dari Swiss yang pengerjaannya  dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat.

Saat pembangunannya pun,  Mr Tony Ruttiman dari Swiss juga turun langsung ke bawah jembatan untuk mengecek dan ymengukur kekuatan jembatan.

"Alhamdulillah jembatan gantung impian warga Desa Grujugan, Cermee ini terealisasi," ujar Plt Sekda Bondowoso Karna Suswandi kepada media, belum lama ini. 

Mr Tony sendiri telah membangun jembatan gantung di desa-desa terpencil di Indonesia, bahkan juga dunia. 

Donatur memiliki beberapa kriteria untuk menentukan lokasi yang akan dibangun jembatan. Salah satunya adalah ada akses jalan yang cukup serta sejauh mana banyaknya penerima manfaat, dan dampak ekonomi yang akan timbul jika jembatan gantung itu dibangun. 

"Juga ingin ada azas kebersamaan dalam pembangunan ini, yakni secara gotong royong, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Mr Tony,'' katanya.

Kades Grujugan, Suhartono mengisahkan, sebelum dibangun jembatan tersebut, warga Dusun Grujugan Onjur memilih menyeberang sungai untuk sampai ke Desa Kali Bagor, Situbondo. 

"Mereka yang tidak punya motor memilih menyeberang. Jika arus sungai  deras warga terpaksa lewat Desa Ramban Kulon yang jaraknya sekitar 20 Kilometer," imbuhya.

Bahkan, kata dia, jika sungai sedang naik, dan deras tersebut terpaksa tidak bisa bekerja. Sebab, banyak warga di desanya yang bekerja sebagai buruh pabrik di seberang sungai.

Reporter : Dedi Budiantoro
Editor : Sulhan Hadi
Berita Sebelumnya Ayo Kenali Penyebab Umum Penyakit Katarak
Berita Selanjutnya Cabub dan Cawabu OKI Adu Gagasan Dalam Depat Publik Pertama

Komentar Anda