UniqMag

Polres Kubar Giring Oknum PNS Diduga Pelaku Pencabulan

berita terkini
AD terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur 

KUTAI BARAT, (suaraindonesia.co.id) - Lagi lagi aparat kepolisian Polres Kutai Barat (Kubar) mengamankan seorang yang di duga melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan nama samaran Bunga (16) di Kubar. Pelaku di amankan Rabu, (12/4/2018) oleh Unit Opsnal dan Unit Perlindungan Anak Satreskrim Polres Kubar. 

 

Kapolres Kubar AKBP I Putu Yuni Setiawan, melalui Kasat Reskrim Polres Kubar AKP Rido Doly Kristian mengatakan, pelaku berinisial AD di giring ke Mapolres Kubar dari kediamannya, setelah kepolisian setempat menerima laporan dari sejumlah saksi serta keterangan keluarga korban dan menerima hasil Visum At Repertum dari RSU Harapan Insan Sendawar (HIS).

"Dari hasil pemeriksaan, pelaku AD diketahui sebagai oknum PNS di salah satu perkantoran Kubar itu, diketahui sering melakukan perbuatan terhadap korban dengan bujuk rayu berbagai kebohongan  atau membujuk korban melakukan persetubuhan dengan pelaku," ungkap Rido Doly Kristian, dalam keterang persnya kepada wartawan Sabtu pagi (14/4/2018).

Dari perbuatannya itu, AD terancam pasal 76 D, jo pasal 81 ayat 2 jo, pasal 82 ayat 1 UU RI No 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak, sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua UU RI No 23 tahun 2002 tetantang perlindungan anak, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

"Polres Kubar akan bertindak tegas terhadap siapa saja sebagai pelaku tindak pidana anak di bawah umur. Kami menghimbau kepada para orang tua agar dapat mengawasi anaknya dengan lebih baik, sehingga terhindar dari bergai pengaruh negatif, pergaulan bebas, dan minum minumna keras," himbau Rido. 

Lanjut dia, Satreskrim Polres Kubar bekerjasama dengan Tim Perlindungan Perempuan dan Anak (TP2A) Kubar, untuk memberikam pelayanan konseling terhadap semua korban, sehingga korban bisa kembali memiliki rasa percaya diri tidak minder kepada teman maupun keluarga serta kerabat lainnya.

"Hal tersebut perlu dukungan dari lapisan masyarakat dan pemerintah untuk menciptakan kepatuhan hukum terhadap perlindungan perempuan dan anak, sehingga polisi tidak bisa berjalan sendirinya tampa dukungan dan peran dari kesadaran hukum bagi masyarakat setempat," pungkasnya. 

Reporter : Nur A
Editor : Anam Fanani
Berita Sebelumnya Peserta Tour de Lombok Terpesona Keindahan Alamnya
Berita Selanjutnya Herlang: Pemuda Kutim Harus Melestarikan Seni dan Budaya

Komentar Anda