UniqMag

Nestapa Nenek Sebatang Kara di Pamekasan yang Hidup di Gubuk Tua

berita terkini
Gubuk sederhana tempat nenek Atik hidup seorang diri

PAMEKASAN, (suaraindonesia.co.id) -  Potret suram kehidupan berbalut kemiskinan kembali ditemukan di Kabupaten Pamekasan. Dia adalah nenek Atik, 60, janda tua yang tinggal digubuk tak layak huni di Kampung Atoran RT/RW 05/05, Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota,  Pamekasan.

Nenek lansia itu tinggal di tempat yang sangat tidak layak huni yakni gubuk kecil, reyot, berdinding gedek yang sudah lapuk.

Dia merupakan pendatang asal Kalimantan, yang menikah dengan seorang lelaki asli Pamekasan, dan kemudian tinggal di Kelurahan Bugih, dengan rumah yang sangat memprihatinkan.

Bertahun-tahun dirinya menjanda ditinggal merantau suaminya yang hingga saat ini tak kunjung ada kabarnya. Suaminya memang  semenjak pamit merantau keluar Madura dan sejauh ini tak ada kabar beritanya.

Nenek Atik mengungkapkan, kesehariannya hanyalah hidup seorang diri, lantaran selama berkeluarga tak dikaruniai keturunan.

"Sejak itu saya hidup sendirian dengan berjualan kecil-kecilan untuk menyambung hidup sehari-hari, itu pun uang saya sering hilang," ujar lansia itu,Senin (16/04).

Sementara itu, Syaiful Arif Azzam, Lurah Bugih membenarkan adanya yang kondisinya sangat memprihatinkan.

"Benar apa yang sampean lihat itu, saya langsung mendatangi keberadaan ibu Atik tersebut. Kondisi rumahnya sangat memprihatinkan sekali," ujar Syaiful.

Syaiful melanjutkan, setelah mendengar adanya janda tua yang tak mampu itu, dirinya langsung melaporkannya ke Dinas Sosial (Dinsos), untuk segera mendapatkan bantuan RTLH (Rumah tak Layak Huni).

"Saya berharap agar dinas terkait peduli dan berharap pula kepada relawan yang sudi membantunya. Saya akan berupaya untuk segera merehap tempat tinggalnya itu," tukasnya.

Reporter : Sohebullah
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Dandim Bantul Tinjau Pelaksanaan TMMD di Piyungan
Berita Selanjutnya Mendagri Lantik Deputi BNPP Menjadi Penjabat Gubernur NTT

Komentar Anda