UniqMag

Puluhan Relawan Bencana di Jember Dilatih Vertical Rescue

berita terkini
Para relawan bencana di Jember melakukan praktek penyelamatan di ketinggian atau vertical rescue.

JEMBER, (suaraindonesia.co.id) - Puluhan relawan dari berbagai organisasi pecinta alam di Kabupaten Jember sejak hari Jumat hingga hari Minggu (15/3) menjalani diklat Vertical Rescue.

Vertical Resceu adalah bagian dari operasi SAR dengan Teknik Evakuasi (memindahkan ke lokasi yang lebih aman) objek (baik barang maupun manusia/korban) dari titik rendah ke titik yang lebih tinggi atau sebaliknya, pada medan yang curam/terjal baik kering maupun basah. 

Pendidikan dan pelatihan ini dilaksanakan di Pos SAR Kabupaten Jember. Pembukaan diklat sendiri dilakukan oleh Kepala Basarnas Jawa Timur, Prasetya Budiarta.

Usai pembukaan Prasetya, menyambut baik diklat SAR Vertical Rescue yang dimotori oleh gabungan relawan SAR Organisasi Pecinta Alam (SAR OPA) Kabupaten Jember ini.

“Kegiatan ini adalah latihan gabungan untuk SAR OPA organisasi pencinta alam kaitannya dengan vertical rescue. Kegiatan ini sangat baik untuk para relawan,“ kata Prasetya.

"Kami ingin meningkatkan kompetensi relawan,semangat aja tidak cukup,tanpa diimbangi kemampuan karena itu relawan harus mempunyai kemampuan lebih untuk menolong korban.Jangan sampai relawan justru menjadi korban saat operasi SAR," tambahnya.

Para peserta sendiri akan dilatih berbagai teknik penyelamatan korban dari ketinggian instruktur dari Basarnas.

Diklat dilakukan di dalam ruangan dan luar ruangan. Pada hari terakhir peserta diklat melakukan praktik langsung dengan menggunakan fasilitas pelatihan yang ada di Pos SAR Jember.

Diklat ini diikuti 40 peserta dimana 4 diantaranya relawan perempuan. Kedepan setiap relawan yang telah mendapatkan pelatihan akan diuji kompetensi oleh pihak Basarnas Jawa Timur.

"Kita tahun ini sudah akan memulai uji kompetensi relawan," kata Prasetya.

Sementara itu Wiwid Gimbal, pencetus ide diklat untuk relawan, mengatakan diklat dilakukan karena Kabupaten Jember tidak memiliki relawan berkemampuan vertical rescue.

"Ide diklat ini kan muncul dari kegelisahan relawan SAR OPA dan relawan pintu merah. Jember yang wilayahnya berada dalam zona merah namun tidak mempunyai relawan berkeahlian vertical rescue,"jelas Wiwid.

Wiwid juga menjelaskan anggaran pelatihan diperoleh dari hasil patungan panitia dan peserta, serta dukungan Basarnas untuk tenaga instruktur dan fasilitas pelatihan

"Alhamdulillah, upaya ini disambut baik Kepala Basarnas Jawa Timur. Kegiatan seperti ini kedepan akan dilakukan setiap tahun,"pungkas Wiwid.

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Nestapa Nenek Sebatang Kara di Pamekasan yang Hidup di Gubuk Tua
Berita Selanjutnya Ribuan Pramuka Kutim Meriahkan HUT Pramuka ke 57 di Kantor Bupati

Komentar Anda