UniqMag

Bupati Kutim Janji Kemas Ritual Lom Plai Lebih Menarik

berita terkini
Bupati Ismunandar (kopyah hitam) disambut Kepala Adat Desa Nehas Liah Bing Ledjie Taq saat tiba di area perkampungan dayak wehea. (ist)

KUTAI TIMUR, (suaraindonesia.co.id) – Pelaksanaan ritual adat budaya Lom Plai di Desa Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berjalan sukses dan semarak. Hal itu menjadikan budaya Lom Plai bagian tidak terpisahkan dari pesta panen padi dari warna warni budaya di Kutim.

Bupati Kutim, Ismunandar antusias ketika tiba di area Sungai Wehea sebagai area utama gelaran Lom Plai. Orang nomor satu di Pemkab Kutim ini berkomitmen kedepan perhatian kemasan ritual Lom Plai akan ditingkatkan salah satunya dengan meningkatkan fasilitas yang ada di Desa Nehas Liah Bing untuk lebih menarik.

“Bisa saja kedepan panggung penonton atau pengunjung di pinggir sungai dibuat dengan rapi dan enak dipandang jadi membuat siapa saja yang datang nyaman berkunjung,” terang bupati.

Dalam kesempatanya, Kepala Adat Desa Nehas Liah Bing Ledjie Taq berterima kasih atas partisipasi dana dari beberapa perusahaan dalam bentuk bantuan dana CSR. Dana tersebut dari perusahaan perkebunan sawit yang ada disekitar lokasi pelaksanaan LomPlai tersebut.

Ia mengatakan, jika sebelum perayaan Lom Plai sudah melaporkan kegiatan ini ke beberapa perusahaan setempat, hasilnya responsif. Ini menjadi bentuk dukungan positif pelestarian ritual budaya Lom Plai tetap di gelar.

“Dana CSR ini kami gunakan untuk Lom Plai menjadi bagian promosi wisata Desa Nehas Liah Bing sekaligus berkomitmen menjaga tradisi nenek moyang turun-temurun bertahan sebagai warisan dunia,” jelasnya.  (hms13/Advetorial)

Reporter : Muhammad
Editor : Sulhan Hadi
Berita Sebelumnya Pelaksanaan Budaya Lom Plai Kutim Banjir Pengunjung
Berita Selanjutnya Di Bulan Ramadhan, 40 Pengemis di Pamekasan Terjaring Razia

Komentar Anda