UniqMag

Pendaki Asal Mataram Meninggal di Gunung Rinjani

berita terkini
Kapolsek Sembalun Iptu I Made Sutama (bertopi) yang ikut mengawal penjemputan mayat korban.

MATARAM ,(suaraindonesia.co.id)- Seorang pendaki Gunung Rinjani Sabtu sore dilaporkan meninggal dunia saat melakukan pendakian. Informasi yang berhasil dihimpun suaraindonesia.co.id, pendaki yang meninggal itu adalah  Fahrurozi alias Ojik, 19, mahasiswa asal Punia Saba, Kota Mataram, NTB

Kronologisnya,  korban  bersama  7 orang temannya masing-masing; Andre Yani, Zulkifli, Aldi, Zail, Ilham, Gilang, Wiwin 

Berangkat dari Sembalun (jalur pendakian Bawak Nao). Mereka berencana melakukan program pendakian 3 malam. Namun  di hari terakhir yaitu Sabtu 21/4, rombongan kembali menuju Sembalun. Di tengah perjalanan antara pos 3 dan pos 2, tiba-tiba korban (Fahrurozi) mengalami kram disertai menggigil, sehingga petugas pendakian yang ada di pos Pelawangan dan pos 2 memberikan informasi ke kantor Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Resort Sembalun.

Selanjutnya, kantor TNGR mengirimkan tim medis yaitu dr Dedi dan perawat Muslihadi. Setelah sampai di pos 2 korban sempat diberikan pertolongan pertama, namun jiwa korban tidak bisa tertolong. Selanjutnya, tim evakuasi sedang mengevakuasi  mayat korban yang masih ada di pos 2.

Menurut dr Dedi, dokter Puskesmas Sembalun, bahwa korban diduga mengidap epilepsi. Dedi mendapati kondisi korban sudah dalam keadaan  jantung berhenti, denyut nadi tidak, ada adanya buih/busa yang keluar dari mulut korban. '' Kami juga juga melakukan tindakan pompa jantung,''katanya.  Namun, sekitar 30 detik kemudian nyawa korban tidak tertolong.

Atas kejadian itu, Kapolsek Sembalun, Iptu I Made Sutama, Kapolsek Sembalun bersama anggota mengawal penjemputan mayat korban di jalur pendakian.

''Selanjutnya mayat korban langsung dibawa ke keluarga korban di Mataram,'' kata kapolsek.

Reporter : AG Dany
Editor : Riko Sumanto
Berita Sebelumnya Lom Plai Sarana Pelestarian Budaya di Kutai Timur dari Suku Adat Dayak Wehea
Berita Selanjutnya Polres Jember Periksa Nahkoda dan ABK Kapal Joko Berek

Komentar Anda