UniqMag

Gara-gara Video Porno, Suami Laporkan Istrinya ke Polisi

berita terkini
Ilustrasi

JEMBER, (suaraindonesia.co.id)- Seorang suami bernama Abdul Ghafur, 33, warga Dusun Sambi Leren Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, Jember melaporkan istrinya LS, 24, ke polisi. Ghafur melaporkan istrinya karena diduga telah melakukan perselingkuhan dan perzinaan setelah beredar video aksi asusila , Sabtu malam (21/4).

Ghafur mengatakan tindakannya melaporkan istrinya sendiri ini karena dirinya merasa dirugikan."Yang jelas saya sebagai suaminya merasa dirugikan akibat kelakuan istri saya seperti itu, karena melakukan perzinahan," ungkapnya.

Pasca menyebarnya video perselingkuhan istrinya dan desakan keluarganya, Abdul Gofur kemudian melapor ke pihak berwajib.

Dalam video tersebut LS, 24, istri Abdul Ghafur ibu beranak satu ini melakukan hubungan intim. Video ini sudah menyebar dan viral di desa setempat. " Sudah banyak dilihat orang, dan itu sudah sangat meresahkan. Akhirnya saya  melapor," ujar Gofur.

Saat video ini tersebar Abdul Gofur sendiri sedang berada di Surabaya seperti yang dituturkan pengacaranya bernama Muhamad Zainudin.” Saat video beredar klien saya sedang berada di Surabaya.Klien saya mendapat video tersebut dari keluarganya. Namun ketika sudah pulang istrinya sudah tidak ada di rumah,”kata Zainudin.

Zainudin juga menjelaskan, video tak senonoh tersebut tersebar melalui media sosial WhatsApp (WA) dan Share It. Belum jelas laki-laki yang berada dalam video tersebut."Tersebar lewat WA dan Share It. Laki-lakinya belum diketahui," ungkapnya.

Kasatreskrim Polres Jember AKP Erick Pradana membenarkan adanya laporan perselingkuhan disertai video perzinaan tersebut. Polisi telah malakukan pengusutan pelaku pria dalam video tersebut sekaligus siapa yang menyebarkan video perzinaan itu.

"Kami telah menerima laporan adanya video porno yang dilaporkan suami terhadap istrinya. Atas laporan itu akan kita tindaklanjuti dengan memeriksa saksi-saksi, utamanya pemeran dari video porno tersebut," kata Erick.

Masih menurut Erick jika setelah diperiksa terbukti, pelaku akan dijerat dengan dua undang-undang sekaligus. “Akan kita jerat dengan dua undang undang yaitu UU no 19 tahun 2016 atas perubahan UU nomer 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (UU ITE). Serta UU nomor 44 tahun 2007 tentang pornografi," jelasnya.

Reporter : Vino AFM
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya OKU Selatan Ikuti Pertukaran Budaya di Kampung Adat Kalimantan Timur
Berita Selanjutnya Herlang: Pemuda Kutim Harus Melestarikan Seni dan Budaya

Komentar Anda