UniqMag

Anggaran Minim Jadi Kendala Pengembangan Sektor Pariwisata di Pamekasan

berita terkini
Gambar: Ilustrasi

PAMEKASAN, (suaraindonesia.co.id)- Potensi pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Pamekasan sangatlah menjanjikan dalam segi Pendapatan Asli Daerah (PAD), sayangnya daya dukung anggaran terbatas. 

Hal tersebut diungkapkan ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabuaten Pamekasan Halili Yasin, Kamis (26/04).

"Mandeknya sektor pariwisata ini disebabkan minimmya anggaran," kata Halili.

Halili menyatakan, di tahun 2018 Pariwisata di Pamekasan akan menjadi pembahasan prioritas untuk dikembangkan. Karena menurutnya, sektor pariwisata harus secepatnya dikembangkan agar PAD di Kabupaten Pamekasan bertambah, sehingga dapat meminimalisir ketergantungan terhadap dana pusat.

Dari hal itu pihaknya menyampaikan, DPRD Kabupaten Pamekasan sudah mengusulkan agar dana pariwisata ditambah ke pemerihtah pusat namun sampai saat ini belum terkabul.

"Kita memang harus bisa mengatur anggaran minim tersebut dengan inovasi dari dinas terkait," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, Ahmad Sjaifuddin menuturkan, dalam mengembangkan sektor wisata di Pamekasan sudah dijalankan sebagaimana mestinya. 

"Tidak ada perda khusus pengelolaan wisata saja, kami tetap bergerak," katanya. 

Minimnya anggaran untuk wisata menjadi kendala bagi pihaknya untuk benar-benar serius mengembangkan wisata, "Kami hanya bekerja sesuai prosedur," ujarnya.

Reporter : Sohebullah
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Manfaatkan Lahan Kosong, Kodim Talaud Ajak Masyarakat Tanam Jagung
Berita Selanjutnya Di Bulan Ramadhan, 40 Pengemis di Pamekasan Terjaring Razia

Komentar Anda