UniqMag

Polisi Tetapkan Nahkoda MV Ever Judger Tersangka Tumpahan Minyak di Balikpapan

berita terkini
Direktur Reskrimsus Polda Kaltim Kombes Pol Yustan Alpiani (kanan) didampingi Kabid Humas Polda Kombes Pol Ade Yaya Suryana saat konferensi pers terkait kasus tumpahan minyak di perairan Teluk Balikpapan

BALIKPAPAN, (suaraindonesia.co.id) - Nahkoda kapal MV Ever Judger berinisial ZD ditetapkan sebagai tersangka kasus tumpahan minyak di Teluk Balikpapan yang terjadi pada Sabtu (31/3/2018) lalu.

Penetapan status tersangka itu disampaikan langsung oleh Direktur Reskrimsus Polda Kaltim, Kombes Pol Yustan Alpiani didampingi Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana dalam konferensi pers yang berlangsung di Mapolda Kaltim, Balikpapan, Kamis (26/4/2018).

Menurut Yustan Alpiani, tumpahan minyak yang terjadi beberapa waktu lalu disebabkan oleh pipa yang putus karena jangkar kapal. Sehingga, pihaknya, hari ini, telah menentukan tersangka, terhadap ZD merupakan nahkoda kapal MV Ever Judger berkebangsaan Tiongkok.

Dari penyidikan kepolisian, ditemukan adanya miss communication atau kesalah pahaman nahkoda ZD dalam meneruskan informasi tentang penurunan jangkar dari pemandu kapal Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Balikpapan ke mualim kapal MV Ever Judger.

"Ada salah komunikasi. Pandu kapal memerintahkan menurunkan jangkar satu meter di atas permukaan laut. Tapi kemudian oleh nahkoda meneruskan informasi ke mualim untuk menurunkan jangkar 1 segel (25 meter). Sementara kedalaman laut sekitar 22 meter, sehingga jangkar kapal sampai ke dasar dan nyangkut di pipa. Inilah yang menyebabkan pipa putus," jelas Yustan.

"Untuk kasus ini kami telah mengangkat pipa yang terputus milik Pertamina sepanjang 49 meter dengan berat 24,5 ton. Dan sekarang kami simpan di Pertamina, di sana kami susun seperti kondisi di dalam air. Kemudian kami juga telah menyita kapal  dua hari lalu sebagai barang bukti," tambahnya.

Seperti diberitakan, putusnya pipa tersebut mengakibatkan minyak milik Pertamina tumpah ke perairan Teluk Balikpapan. Tumpahan minyak itu juga mengakibatkan kebakaran di perairan itu. Lima warga pemancing tewas karena peristiwa kebakaran besar tersebut

 “Tersangka ZD disangkakan melanggar pasal 98 ayat 1, 2 dan 3 junto pasal 99 ayat 1, 2 dan 3 UU RI No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) atau pasal 359 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 16 tahun penjara,” pungkasnya Yustan Alpiani .

Reporter : Ariyansah
Editor : Sulhan Hadi
Berita Sebelumnya Tinjau Lokasi TMMD Kubar, Kadispenad Apresiasi Dukungan Terhadap Program TNI AD
Berita Selanjutnya Siswa MAN di Bondowoso Bentangkan Merah Putih Sepanjang 1111 Meter.

Komentar Anda