UniqMag

KeRis AgriEcon : Tembakau Tidak Hanya Untuk Rokok dan Cerutu Saja !

berita terkini
Ketua kelompok riset AgriEcon, Prof. Rudi Wibowo memberikan penjelasan dj aula Faperta Unej.

JEMBER, (suaraindonesia.co.id)- Ternyata banyak manfaat yang bisa dikembangkan dari tembakau, tanaman yang juga dikenal sebagai emas hijau ini.  Dari obat luka bagi penderita diabetes, soft candy sebagai pengganti rokok, bahan penghilang jamur pada perabot kayu, asap cair organik, bahan parfum, hingga potensi tembakau sebagai bahan obat HIV/AIDS.

Beragam manfaat  tembakau ini dirangkum dalam buku berjudul Agribisnis Tembakau yang disunting oleh para peneliti Universitas Jember yang tergabung dalam Kelompok Riset (KeRis) AgriEcon. Buku Agribisnis Tembakau diluncurkan pada hari Senin (30/4) di aula Fakultas Pertanian Universitas Jember, yang sekaligus menandai perkenalan KeRis AgriEcon, dalam acara bertajuk Diskusi Terpumpun, Membuka Ruang Inovasi dan Bisnis Untuk Kemajuan Industri.

Menurut  Prof. Rudi Wibowo, ketua KeRis AgriEcon, dirinya bersama kolega di AgriEcon fokus untuk mendalami penelitian dan pengembangan di bidang ilmu ekonomi pertanian dan agribisnis. Memperluas jejaring dengan pelaku agribisnis, penerbitan jurnal ilmiah dan buku, serta melakukan inovasi pembelajaran agribisnis dalam bentuk media, modul, dan diktat perkuliahan.

“Untuk kali pertama kami sengaja memilih tembakau sebagai kajian utama, mengingat keberadaan tembakau saat ini menjadi kontroversi. Harapannya buku yang memuat pemikiran para peneliti dan mahasiswa ini dapat memberikan pemahaman bagi masyarakat, bahwa tembakau tidak hanya untuk rokok dan cerutu saja,” tutur guru besar Sosial Ekonomi Pertanian ini.

Sementara itu dalam sambutannya, Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember menyambut gembira langkah nyata KeRis AgriEcon yang telah menerbitkan buku Agribisnis Tembakau, apalagi melibatkan banyak peneliti muda dan mahasiswa. Dukungan juga ditunjukkan oleh Universitas Jember dengan menganggarkan dana bagi 130 KeRis yang sudah ada.

“Tahun ini kami mengalokasikan dana sebesar enam hingga delapan miliar rupiah untuk semua KeRis yang ada, tahun 2019 jumlahnya meningkat drastis hingga dua puluh lima miliar rupiah,” kata Moh. Hasan.

Hasan juga berharap, penelitian-penelitian mengenai potensi tembakau sebagai produk non rokok dan non cerutu nantinya dapat dihilirkan melalui Science Techno Park Universitas Jember.

 

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya 19 Kecamatan di OKU Selatan Lomba Bikin Menu, Ini Juara-juaranya
Berita Selanjutnya Jalin Silaturahmi & Kekompakan, Ketua RT 012/RW 02 Kota Bambu Utara Jakarta Barat Gelar Nobar Final Piala Dunia

Komentar Anda