UniqMag

Industri Tembakau Indonesia Terkendala Info Pasar Internasional dan Diversifikasi Produk

berita terkini
Focus Group Discussion KeRis AgriEcon

JEMBER, (suaraindonesia.co.id)- Selain peluncuruan buku Agribisnis Tembakau acara dilanjutkan dengan diskusi terpumpun (Focus Group Discussion/FGD) di aula Fakultas Pertanian Universitas Jember yang menghadirkan pelaku industri tembakau yang diwakili oleh Leo Tumanggor, general manager Kebun Kertosari, Untung Moeljono, general manajer Kebun Ajung Gayasan, serta Erna A. Dewi, kepala penelitian dan pengembangan Tembakau PTPN X.

Dalam pemaparannya, Leo Tumanggor menjelaskan salah satu kendala yang dihadapi oleh pelaku industri tembakau, yakni keterbatasan informasi pasar internasional, dan pemanfaatan tembakau yang hanya untuk bahan rokok dan cerutu. “Selama ini kami masih berfokus pada pembeli tradisional, belum menjamah pasar lainnya. Kedua, kami masih memproduksi raw material saja, berupa daun tembakau belum menyentuh produksi turunan tembakau,” papar Leo Tumanggor.

Menanggapi hal ini, Ahmad Zainuddin, salah seorang peneliti di KeRis AgriEcon menyarankan PTPN X mulai melirik pasar baru selain negara-negara tujuan ekspor tradisional tembakau Indonesia seperti Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa. “Dalam penelitian yang kami lakukan, negara seperti Sri Lanka dan Republik Dominika berpotensi menjadi pasar baru tembakau kita,” jelasnya.

Sementara itu peneliti AgriEcon lainnya, Luh Putu Suciati, mengusulkan agar tembakau Indonesia memiliki sertifikasi indikasi geografis karena memiliki keunikan tersediri dibandingkan tembakau produk negara lain. “Tembakau yang ditanam di Indonesia memiliki keunikan tersendiri sesuai daerah penanamannya masing-masing, keunikan ini berbeda dengan tembakau dari negara lain. Oleh karena itu dengan adanya sertifikasi indikasi geografis akan meningkatkan nilai tambah, sekaligus perlindungan hukum,” urainya.

Buku Agribisnis Tembakau setebal 408 halaman yang diterbitkan oleh KeRis AgriEcon memuat 42 tulisan yang merupakan hasil penelitian dari peneliti dan mahasiswa Universitas Jember, serta perguruan tinggi dan institusi lainnya. Khusus penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa adalah penelitian yang masuk dalam ajang Call For Paper dengan tema “Studi Kelayakan Produk Berbasis Limbah Tembakau” yang diselenggarakan oleh PTPN X.

Para pemenang kegiatan Call For Paper yang berasal dari Universitas Jember kemudian mendapatkan kesempatan untuk memaparkan hasil penelitiannya di hadapan hadirin di aula Fakultas Pertanian Universitas Jember siang itu.

               

 

 

Reporter : Vino AFM
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya KeRis AgriEcon : Tembakau Tidak Hanya Untuk Rokok dan Cerutu Saja !
Berita Selanjutnya Di Bulan Ramadhan, 40 Pengemis di Pamekasan Terjaring Razia

Komentar Anda