UniqMag

Rekonstruksi Pria Bunuh Tetangga di Jember Dipindah

berita terkini
Pelaku pembunuhan saat melakukan adegan rekonstruksi dihadapan polisi

JEMBER,(suaraindonesia.co.id) – Kondisi TKP tak kondusif polisi  memindah lokasi rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Samsuri (60), warga Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo yang dilakukan tetangganya, Fais alias Ribut (30). Oleh petugas lokasi rekonstruksi dipindah ke Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Tempurejo. Lokasi ini berjarak sekitar 5 kilo meter dari TKP dan lebih dekat dengan kantor Polsek Tempurejo.

"Lokasi rekonstruksi kami pindahkan dari lokasi aslinya yakni di Dusun Mandilis, karena kondisi di sana tidak kondusif. Itu hasil evaluasi yang kita peroleh dari perangkat desa, tokoh masyarakat dan dari intelkam kami," kata Kanitreskrim Polsek Tempurejo Iptu Solikhan Arief, Senin (30/4).

"Karena di lokasi aslinya, kami mendengar warga sudah banyak menunggu, dan ada kabar akan ada aksi balas dendam. Apalagi antara tersangka dan korban ini masih tetangga," terang Solikhan.

Saat rekontruksi tersangka melakukan 13 adegan. Dimulai saat tersangka keluar rumah pada pagi hari dengan tujuan buang air besar di sungai.

"Saat keluar rumah itu, tersangka memang sudah membawa sabit," kata Solikhan.

Dalam perjalanan menuju sungai, tersangka sempat berpapasan dengan korban. Ketika itu keduanya tidak saling bertegur sapa.

"Ketika pulang dari buar air besar, tersangka kembali melihat korban yang sedang mencari rumput di tepi jalan. Saat itulah tersangka mendekati korban dan membacok leher korban hingga tewas," terang Solikhan.

Usai membacok korban, tersangka bermaksud ke rumah korban untuk mencari anak korban. Tujuannya juga akan membunuhnya.

"Namun di tengah jalan tersangka bertemu dengan pamannya. Melihat sabit yang dibawa tersangka berlumuran darah, paman tersangka curiga dan mengamankan tersangka dan sabit tersebut ke rumah tokoh warga setempat," kata Solikhan.

Tersangka sendiri awalnya diduga mengalami gangguan jiwa, polisi telah membawa pria itu ke psikiater. Setelah mendapat perawatan beberapa hari, tersangka dinyatakan normal.

"Tersangka ini memang sempat dirawat di rumah sakit jiwa di Malang. Namun sudah dinyatakan sembuh dan dapat bersosialisasi kembali di masyarakat. Beberapa saat setelah terjadinya pembunuhan, kami juga membawa tersangka ke dokter jiwa. Setelah dirawat, kondisinya dinyatakan normal. Maka dari itu kasusnya kita lanjutkan. Mengenai keputusannya seperti apa, biar nanti pihak pengadilan yang memutuskan," tutup Solikhan.

Peristiwa pembunuhan ini sendiri terjadi pada 17 April silam. Samsuri tewas akibat lehernya dibacok Fais. Baik tersangka maupun korban masih bertetangga. Lokasi kejadian juga tidak jauh dari rumah korban.

 

Reporter : Vino AFM
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Pelaku UMKM Lumajang Harus Mandiri
Berita Selanjutnya Herlang: Pemuda Kutim Harus Melestarikan Seni dan Budaya

Komentar Anda