UniqMag

Selo Bonang, Keunikan Geologi yang Tak Dihiraukan Pemkab Jember

berita terkini
Wisatawan dan masyarakat setempat saat memainkan Selo Bonang

JEMBER, (suaraindonesia.co.id) – Kabupaten Jember ternyata mempunyai banyak potensi geologis yang unik dan tidak pernah ditemukan di tempat lain. Salah satunya adalah selo bonang yang berada di Dusun Sumber Candik, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk. Batuan ini sangat unik dan layak dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata Kabupaten Jember.

Selo bonang memiliki keunikan yang khas. Batuan ini dapat berbunyi seperti alat musik gamelan itu. Pada satu batu bisa bersuara 6 macam. Namun ironisnya keunikan selo bonang yang saat ini keberadaannya mulai dikenal wisatawan lokal dan mancanegara tak diindahkan oleh pemerintah daerah.

Hal ini seperti yang diakui oleh Hadi Purnomo penemu sekaligus pemilik tanah dimana selo bonang. Sejak ditemukan tahun lalu hingga saat ini tidak ada satupun upaya dinas terkait dari Pemkab Jember yang datang untuk mendatangi lokasi selo bonang berada. “Saya bulan September 2017 melaporkan penemuan potensi unik kekayaan alam kepada pemerintah Jember. Intinya saya minta perlindungan karena saya tahu ini punya potensi besar,”katanya.

Namun surat yang dikirim oleh Hadi Purnomo kepada pihak Pemkab Jember tidak ada sambutan. Justru surat yang dikirim kepada Gubernur Jawa Timur yang langsung ditindak lanjuti.

“Sekitar pada pertengahan Januari lalu, dari tim cagar budaya Pemprov Jatim datang ke lokasi (Desa Panduman) untuk melakukan kajian disana,” ungkap Hadi.

Dari hasil kajian tim tersebut kemudian muncul rekomendasi yang terima Hadi. Rekomendasi dari tim Pemprov Jatim menyebutkan bahwa selo bonang bukanlah cagar budaya. "Intinya obyek selo bonang itu cagar budaya karena tidak ditemukan unsur budaya. Jadi rekomendasi itu selo bonang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah geoleogi pegunungan Argopuro purba.Intinya perlindungan kekayaan geologi,”katanya.

Namun setelah rekomendasi diterimanya, sampai saat ini apa yang diharapkan Hadi dari Pemkab Jember belum ada. “Sampai Saat ini belum ada upaya perlindungan dari pemerintah terkait. Saya kecewa padahal tujuan saya menyelamatkan potensi alam yang dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat. Saya siapkan untuk menyerahkan ke negara,”tegasnya.

“Saya sebagai pengelola berharap perlindungan dari pemerintah daerah. Saya mendorong, bukan untuk hanya melindungi kekayaan alamnya juga berguna bagi masyarakat sekitar jika dikembangkan. Masyarakat juga menanti untuk dikembangkan sebagai lokasi wisata, karena bisa meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat setempat,”katanya

Perlu diketahui hingga saat ini, untuk perawatan batu tersebut dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat. Meskipun telah banyak pengunjung namun Hadi selaku pemilik lahan tidak pernah menarik biaya dari wisatawan.

 “Saya tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi kekayaan alam ini. Soalnya kunjungan wisatawan semakin ramai baik lokal maupun wisatawan mancanegara. Bahkan ada wisatawan Jerman yang terkagum dengan keanehan batu selo bonang ini karena tidak ada ditemukan ditempat lain,”lanjutnya.

Hadi juga mengakui bahwa selain selo bonang disekitar lokasi banyak ditemukan batuan yang unik baik secara bentuk maupun jenis batuannya. “Sehingga itulah kenapa saya ingin lokasi ini dilindungi oleh pemerintah,”ujarnya.

Hadi juga mengatakan siap dipertemukan dengan pihak Pemkab Jember dalam satu forum untuk membahas perlindungan kawasan dan batuan dilokasi tersebut. “Saya siap kapan saja,” tegasnya

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Sekda OKI Pimpin Upacara Hardiknas 2018
Berita Selanjutnya Pastikan Keamanan, TB2 di Uji di Pantai Aquatik, Kutim

Komentar Anda