UniqMag

Jual Lutung Jawa di Medsos, Warga Jember Diciduk

berita terkini
Lutung Jawa yang berhasil diamankan dari tangan penjual satwa ilegal di Jember

JEMBER, (suaraindonesia.co.id) - Jual satwa liar dilindungi jenis Lutung Jawa melalui medsos Facebook, seorang warga Jember diciduk petugas gabungan Polres Jember dan Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim 3 Jember. Selain menangkap tersangka, petugas juga mengamankan seekor Lutung Jawa sebagai barang bukti.

Kepala BBKSDA Jatim Ditjen KSDAE KLHK, Nandang Prihadi membenarkan penangkapan tersebut. Penjual Lutung Jawa yang ditangkap berinisial Sandi Fanandri Sofyan Sauri , warga Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat.

"Jadi tersangkanya memang hanya satu orang. Tersangka bersama barang bukti sekarang sudah diamankan di Mapolres Jember. Proses hukum selanjutnya juga ditangani Polres Jember," kata Kepala BBKSDA Jatim Ditjen KSDAE KLHK, Nandang Prihadi Minggu pagi (6/5).

Terungkapnya kasus ini sambung Nandang, bermula dari informasi warga yang melaporkan ada penjualan hewan dilindungi via online di Jember. Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas kemudian melakukan penelusuran.

"Petugas yang menyamar berhasil berhubungan dengan si penjual ini. Saat itu penjual menawarkan Lutung Jawa," ujar Nandang.

Kepada petugas, tersangka Sandi menawarkan harga Rp. 400 ribu. Dia mengaku sebelumnya membeli seharga Rp. 100 ribu.

"Jadi penjual ini mendapat selisih harga Rp. 300 ribu. Harga yang ditawarkan itu sudah termasuk sangat murah, karena dia penjual di level bawah. Kalau penjual yang di tingkat yang lebih atas, harganya bisa mencapai satu juta rupiah," terang Nandang.

Setelah terjadi kesepakatan harga, akhirnya penjual menentukan lokasi pertemuan. Demikian juga waktu pertemuan juga ditentukan oleh penjual ini.

"Transaksi dilakukan Jumat (4/5) kemarin sekitar pukul 20.00 WIB di sebuah tempat di Kecamatan Kalisat," tambah Nandang.

Tersangka penjual Lutung Jawa ini akhirnya berhasil ditangkap petugas yang sedang menyamar untuk bertransaksi. Penjual tak bisa berkutik karena barang bukti Lutung Jawa berada di tangannya.

"Tersangka bisa dijerat UU nomor 5 tahun 1990 tentang penjualan satwa dilindungi dengan sanksi hukuman maksimal 5 tahun penjara," pungkas Nandang.

 

Reporter : Vino AFM
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Pelas Adat Dayak Mannya'an, Komitmen Warga Dayak Kutim Wujudkan Perdamaian
Berita Selanjutnya Herlang: Pemuda Kutim Harus Melestarikan Seni dan Budaya

Komentar Anda