UniqMag

Cegah Jadi Korban Kejahatan Jalanan, Anak Muda Jember Bekali Diri dengan Kempo

berita terkini
Agusta Jaka Purwan saat mempraktekan teknik kuncian tangan untuk melumpuhkan lawan.

JEMBER,(suaraindonesia.co.id) – Saat ini angka kriminalitas jalanan di berbagai wilayah sangat tinggi, untuk mencegah agar tidak menjadi korban kejahatan jalanan ada baiknya kita terutama kaum wanita adalah dengan berlatih bela diri.

Kempo adalah salah satu cabang beladiri yang bisa kita pelajari. Seni beladiri yang berasal dari Jepang ini saat ini telah banyak digeluti oleh anak muda di Kabupaten Jember. Berbagai jurus baik tendangan pukulan dan kuncian untuk melumpuhkan lawan diajarkan pada seni beladiri kempo.

“ Saat ini di Jember ada  lima dojo (tempat berlatih) Kempo dari awalnya hanya dua,” kata Agusta Jaka Purwana pembina Shorinjin Kempo Jember.

Lanjut  Agusta yang ditemui awak media saat menguji kenaikan tingkat, olah raga Kempo masuk ke Indonesia tahun 1964. “ Pertama dulu yang bawa Ginanjar Kartasasmita dengan dojo di Pertamina Jakarta hingga sekarang telah menyebar di seluruh Indonesia hingga ke Jember,”lanjut pria bersabuk hitam dan III ini.

Bahkan saat ini banyak kenshi (sebutan untuk atlet kempo) dari Jember yang telah berprestasi tingkat dunia. “ Kenshi dari dojo Universitas Jember ada yang telah masuk 7 besar kejuaraan di Jakarta yang juga di ikuti kenshi dari Singapura dan Brunei Darusalam,”ujar Shinpei Agusta.

Menurut Agusta  dengan berlatih kempo dapat membentuk rasa percaya diri terutama untuk anak-anak dan perempuan. Dengan berlatih teknik-teknik tertentu dapat dipergunakan saat mendapatkan ancaman dari luar.

”Setelah berlatih maka bisa tahu bagaimana melumpuhkan lawan namun tentunya dengan membekali  akhlak terutama untuk anak-anak, meski mereka menguasai teknik-teknik melumpuhkan tetap tidak boleh sombong dan menyakiti temannya,”kata Agusta.

Salah satu kenshi cilik bernama Rafi yang ditemui saat berlatih di salah satu dojo mengatakan dirinya semakin percaya diri setelah berlatih kempo. Siswa kelas 4 SD ini mengaku pernah menjadi korban bully temannya. “Pernah dulu satu kali ada yang menyakiti di sekolah, saya membela diri dengan menggunakan jurus kempo,”katanya.

Hal yang sama juga dituturkan Safa, gadis berusia berusia 14 tahun. Safa mengaku awalnya berlatih kempo untuk olah raga, namun kemudian jurus yang dia pelajari juga ia peragakan untuk membela diri. “ Dulu ada cowok yang pegang-pegang tangan saya, hampir saya praktekan jurus saya. Tapi kalau hanya ngancam dengan kata saja saya diam namun kalau sudah pegang-pegang saya praktekan jurus kempo,”katanya.

 

 

 

 

 

Reporter : Vino AFM
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Debat Terakhir Paslon Walikota Malang, Siapa Unggul?
Berita Selanjutnya Fang Seng, Pelepasan 1,5 Kwintal Ikan Menjelang Waisak di Banyuwangi

Komentar Anda