UniqMag

Polisi Buru Pemasok Lutung Jawa di Jember

berita terkini
Lutung Jawa yang berhasil diamankan dari tangan penjual satwa ilegal di Jember.

JEMBER, (suaraindonesia.co.id) - Pelaku penjualan satwa liar dilindungi, Sandy Fanandri Sofyan Sauri (22) pemuda warga Dusun Krajan, Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat ini, ternyata saat diperiksa mengaku dua kali melakukan transaksi jual beli satwa dilindungi tersebut.

“Pengakuan tersangka, dia dua kali melakukan transaksi Lutung Jawa. Yang pertama dia berhasil, yang kedua kita tangkap,” kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo saat rilis di Mapolres Jember, Minggu (6/5) siang.

Kusworo menjelaskan modus kejahatan yang dilakukan oleh tersangka, dengan menawarkan primata berwarna hitam khas pulau jawa tersebut via online dengan media sosial facebook dengan akun Phepeng Wijaya.

“Di akun FB itulah tersangka ini menawarkan satwa dilindungi itu,” kata Kusworo.

Sandi juga mengaku Lutung Jawa berumur kurang dari 3 bulan ini didapatkannya dari seseorang yang mengaku tinggal di Kecamatan Mayang. Lutung tersebut dibeli dengan harga Rp100 ribu dan dijual dengan harga Rp 400 ribu.

“Ini kita masih kita dalami siapa yang menjual Lutung tersebut ke tersangka,” tegas Kusworo.

Akibat kejahatan yang dilakukan itu, tersangka terancam dengan Pasal 40 ayat (2) Junto Pasal 21 ayat (2) huruf a UURI Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

“Dengan ditangkapnya tersangka ini semoga menjadi pelajaran agar yang akan memiliki atau memperjual belikan satwa dilindungi untuk mengurungkannya,”imbau Kusworo

Sementara itu, petugas Polhut BKSDA Jatim 3 Jember, Dheny Margiono mengatakan, pihaknya akan mengusut asal muasal Lutung Jawa yang dijual tersangka ini. Di kawasan hutan di Jember sendiri, populasi Lutung Jawa ini memang masih banyak.

“Jumlah Lutung Jawa di Jember ini memang masih banyak, tersebar di beberapa hutan yang ada di Jember. Dari beberapa kali operasi yang kita lakukan, kita sering mendapati Lutung Jawa ini diperdagangkan,” terang Dheny.

Lutung yang dijual tersangka Sandy, menurut Dheny tidak sampai ke luar negeri. Pembeli baru sebatas orang local.

“Pembeli pertama adalah orang Solo. Dilakukan pada Senin kemarin. Transaksi yang kedua Jumat kemarin dan tersangka kita tangkap. Jadi tidak sampai ke luar negeri,” terangnya.

 

 

 

Reporter : Vino AFM
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Indonesia Rajai Kejuaraan Dunia Paralayang di Kazhaktan
Berita Selanjutnya Herlang: Pemuda Kutim Harus Melestarikan Seni dan Budaya

Komentar Anda