UniqMag

Pendidikan di Jember Bisa Kolaps, Ini Kata Ketua PGRI

berita terkini
Ratusan guru tidak tetap (GTT) Jember yang berunjuk rasa di DPRD Jember beberapa waktu lalu.

JEMBER, (suaraindonesia.co.id) – Ketergantungan lembaga pendidikan di Jember pada Guru Tidak Tetap (GTT) sangat tinggi. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua PGRI Jember, Supriyono.

Menurut Supriyono, saat ini perbandingan guru ASN dengan GTT di Jember sangat memprihatinkan. Rata-rata tiap sekolah terdapat 4-5 GTT yang bertugas di masing-masing sekolah.

"Satu sekolah kalau kita lihat rata-rata terdapat 5 GTT dari 9 guru yang bertugas. Apabila ini dikalikan 900 sekolah maka GTT seluruh Jember sudah berjumlah 4.500 orang." jelas Supriyono.

Sebagian besar kekurangan guru di Jember diisi oleh adanya GTT. Sebanyak 70 persen guru di Jember masih kategori GTT.

"Kalau dicek data di lapangan dengan perbandingan 6 GTT dan 3 guru PNS bisa dikatakan 70 persen yang mengisi kekosongan guru di Jember adalah GTT," ungkap Supriyono.

Kondisi GTT di Jember sangat vital bagi keberlangsungan dunia pendidikan di Jember. Mereka secara kuantitas sangat dominan sekali keberadaannya.

"Apabila mereka semua secara serentak tidak memenuhi kewajibannya untuk mengajar, saya yakin pendidikan di Jember pasti kolaps." tegas Supriyono.

Guru Tidak Tetap di Jember hingga kini belum ada kejelasan nasibnya, ini terjadi karena Pemerintah Kabupaten Jember masih belum memberikan surat tugas kepada 4.700 GTT yang masih diuji publik oleh pemkab Jember.

"Sampai tanggal 3 April 2018 kemarin yang menyetor data untuk diverifikasi oleh Pemkab sebanyak 4.700 GTT, sampai sekarang masih proses uji publik," katanya kepada media.

Pemerintah kabupaten Jember saat ini tengah melakukan proses uji publik bagi GTT sebagai mekanisme kelayakan untuk memperoleh surat penugasan dari bupati sebagai syarat mendapatkan hak mereka sebagai GTT yang bersumber dari BOS dan intensif dari APBD Jember melalui program pendidikan gratis Jember.

 

Reporter : Vino AFM
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Duh! 6 Lembaga Penyiaran Televisi Disanksi KPID Jawa Timur
Berita Selanjutnya Di Bulan Ramadhan, 40 Pengemis di Pamekasan Terjaring Razia

Komentar Anda