UniqMag

Enam Ribu TK2D di Kutim Sudah Teregristasi Premi BPJS Kesehatan

berita terkini
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kutim Siti Fatimah (berjilbat) (ist) 

KUTAI TIMUR, (suaraindonesia.co.id) - Sebanyak 6.437 Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) lingkup Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sudah bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis. Pasalnya ribuan TK2D tersebut sudah terdaftar teregistrasi menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

 

“Dinas Kesehatan Kabupaten Kutim telah mengadakan premi untuk BPJS Kesehatan bagi TK2D sebanyak 8000 jiwa. Namun sampai dengan 27 April 2018 kemarin yang tercatat baru hanya 6.437. Artinya masih ada 1.563 yang belum terdaftar,” jelas Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kutim Siti Fatimah saat rapat kerja Coffee Morning, di Kantor Bupati, Senin (7/5/2018).

Fatimah berharap kepada semua OPD hingga kecamatan yang belum mendaftarkan TK2D-nya menjadi peserta BPJS diminta segera melapor langsung ke Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) dan BPJS. Selanjutnya bagi yang sudah teregistrasi, meskipun belum menerima kartu anggota BPJS namun sudah terdaftar, bisa berobat di Puskesmas atau fasilitas yang sudah dipilih. Cukup dengan menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Artinya (fasilitas BPJS) ini bisa dimanfaatkan sebagai pengobatan untuk mereka yang TK2D,” jelasnya.

Menyikapi laporan progress dimaksud, Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat, Mugeni, mengatakan informasi terkait premi BPJS bagi TK2D merupakan informasi yang sangat istimewa. Selanjutnya demi kelengkapan kuota dan pendataan program ini, Mugeni mengimbau agar semua OPD segera menyampaikan data kepada BKPP dan BPJS.

“Jangan sampai nanti ada OPD lain yang belum melaporkan dan Dinas Kesehatan tidak tahu. Karena datanya belum masuk. Segera bagi Dinas dan Kecamatan untuk memasukkan data TK2D-nya. Jangan sampai menunda-nunda pekerjaan,” tegas Mugeni.

Untuk diketahui premi BPJS untuk TK2D di Kutim adalah kelas 3. Tidak semua TK2D mendapatkan premi BPJS. Yakni TK2D yang menikah dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS). (Advetorial)

Reporter : Muhammad
Editor : Riko Sumanto
Berita Sebelumnya Pembangunan Lamin Adat Bentian Besar Kubar Dilanjut Kembali
Berita Selanjutnya Jalan berlobang di OKI Mengancam Keselamatan Pengguna Jalan

Komentar Anda