UniqMag

Pariwisata DIY Setara dengan Bali

berita terkini
Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Kemenpar RI I Gede Pitana (kiri) dan Kadispar DIY, Aris Riyanto ( tengah)

YOGYAKARTA, (suaraindonesia.co.id) - Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bali merupakan dua daerah yang memiliki magnet tersendiri bagi wisatawan manca negara. Oleh karenanya jika di dua tempat ini mengelar event pariwisata internasional selalu diminati buyers dan seller dalam dan luar negeri.

Hal tersebut diungkapkan Deputy Bidang Pengembangan dan Pemasaran I Kementerian Pariwisata RI, I Gede Pitana di sela-sela pelaksanaan Jogja Internasional Travel Mart ke 9 yang di Grand Ambarrukmo Hotel, Selasa (8/5).

Gede Pitana menambahkan ketika pihaknya menawarkan kegiatan atau event kepariwisataan internasional di luar Bali atau Yogyayakarta, banyak buyers atau seller yang menyatakan kurang tertarik. Namun menawarkan ketika Yogyakarta atau Bali respon mereka cukup bagus, buyers dan seller menyatakan kesiapannya untuk datang.

"D.I.Yogyakarta memiliki berbagai sumber daya kepariwisataan yang menarik untuk dikunjungi. Berbagai destinasi dan budayanya menjadi  magnet tersendiri bagi wisatawan manca negara" terangnya.

Lebih jauh Gede Pitana menguraikan jumlah wisatawan manca negara yang berkunjung ke Indonesia hingga bulan Maret 2018 telah mencapai 3,665 juta wisatawan. Jika dibandingkan pada tahun 2017 atau pada periode yang sama mengalami kenaikan sebesar 15 persen. Karena pada periode lalu wisatawan yang mengunjungi Indonesia sebanyak 3,191 juta. Sehingga kenaikan cukup mengembirakan dan besar mengingat kenaikan dunia hanya 6,4 persen.

"Khusus satu bulan ini, Maret 2018, jumlah kunjungan sudah mencapai 1,36 juta atau naik 29 persen dibandingkan bulan Maret 2017. Oleh sebab itu saya optimis dengan ada sinergi dan kerjasama antar insan pariwisata maka pariwisata di Indonesia akan terus tumbuh dan berkembang" tandasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata DIY  Aris Riyanto menargetkan kunjungan wisatawan di DIY bisa meningkat antara 10-20 persen. Bahkan jika bandara internasional nantinya sudah beroperasi pihaknya berani menargetkan peningkatan 20-25 persen wisatawan manca negara. Apalagi dengan beroperasinya bandara internasional akan terkoneksi dengan beberapa destinasi yang memudahkan wisatawan berkunjung lebih dari satu tempat.

"Dan untuk menambah lama tinggal kita juga akan mempersiapkan event-event internasional. Selain itu kita juga akan memaksimalkan destinasi yang ada serta desa-desa wisata dengan standar pelayanan internasional" tutupnya.

Reporter : Lanjar Artama
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Polres Kutim Terus Usut Tabrakan Maut Kapal Tugboat Biak IV
Berita Selanjutnya Jalan berlobang di OKI Mengancam Keselamatan Pengguna Jalan

Komentar Anda