UniqMag

Perpusnas Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca di Banyuwangi

berita terkini
Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca dibuka dengan tari jejer gandrung seblang lukinto di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi.

BANYUWANGI, (suaraindonesia.co,id) - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia melakukan Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB.

Dalam kegiatan bertema “Implementasi Revolusi Mental Melalui Mobilisasi Pengetahuan dalam Rangka Meningkatkan Indeks Literasi Masyarakat” itu diadakan talk show yang dihadiri anggota Komisi X DPR RI periode 2014-2019, Anas Thahir.

Politisi PPP itu berasal dari daerah pemilihan III Jawa Timur, yakni Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso.

Anggota legislatif kelahiran Banyuwangi itu menjadi narasumber dalam talk show yang disaksikan 200 pegiat literasi dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Anas Thahir memaparkan tentang “Peranan Legislatif dalam Mendukung Regulasi dan Penganggaran di Bidang Perpustakaan”.

“DPR sangat mendukung pengembangan perpustakaan di Indonesia, karena bisa meningkatkan sumber daya manusia melalui minat baca,” katanya.

Dalam talk show yang dipandu moderator dari unsur media, Elly Irwan Suryanto itu, Pustakawan Utama Perpustakaan Nasional RI, T. Samsul Bahri juga menjelaskan kebijaksanaan tentang pengembangan perpustakaan dan gemar membaca serta program-program yang dilaksanakan.

Sedangkan Kepala Seksi Kerja Sama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur, Melkion Donald memaparkan “Implementasi tentang Program Pengembangan Perpustakaan dan Gemar Membaca serta Local Content”. 

Sementara itu, Yusuf Khoiri dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banyuwangi membeberkan program Digital Library sebagai sebuah solusi. “Akses digital library bisa melalui http://dispusip.banyuwangikab.go.id atau ebook.banyuwangikab.go.id,” ungkap Yusuf.

Narasumber terakhir dari pegiat Rumah Literasi Banyuwangi, Faisal Riza. Dia bertestimoni bagaimana perjuangan menjadi relawan literasi. Para pegiat Rumah Literasi itu bertekad akan menjadikan Banyuwangi sebagai kota pendidikan karakter. “Kami menggalakkan gerakan seribu rumah baca, desa literasi, dan sekolah literasi,” tutur Faisal. (Surya Anto)

Reporter : Windi Ashari
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Pelepasan TK Kemala Bhayangkari Kayuagung Meriah dalam Kesederhanaan
Berita Selanjutnya Siswa MAN di Bondowoso Bentangkan Merah Putih Sepanjang 1111 Meter.

Komentar Anda