UniqMag

Mahasiswa Unmuh Jember Tuding Rektor Tidak Transparan Terhadap Anggaran Kampus

berita terkini
Mahasiswa Univeristas Muhammadiyah Jember saat ditemui Wakil Rektor III

JEMBER, (suaraindonesia.co.id) - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember mendemo rektornya sendiri.

Unjuk rasa dilakukan karena mahasiswa menilai rektor tidak terbuka transparan terhadap penggunaan anggaran.

Menurut koordinator mahasiswa yang tergabung Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IKMM), selama ini pihak rektorat Universitas Muhammadiyah tidak terbuka terkait penggunaan anggaran.

 " Kami (mahasiswa) melihat tidak adanya transparansi anggaran di Unmuh. Kita juga tidak pernah disuport pendanaan setiap UKM setiap kegiatan mahasiswa. Kami pengen tahu sebenarnya anggarannya berapa?," katanya.

"Kami pengen kampus melibatkan perwakilan mahasiswa diajak berdiskusi setiap pengambilan keputusan," lanjut Andi.

Puluhan mahasiswa tersebut juga menginginkan pihak rektor mencabu surat keputusan (SK) terkait jam buka tutup kampus. SK tersebut melarang mahasiswa berkegiatan di kampus lebih dari jam sembilan malam.

"Perguruan tinggi swasta daya tawarnya adalah aktivitas kemahasiswaannya. Kampus harus memfasilitasi secara penuh dari apa yang dibutuhkan termasuk pendanaanya hingga keleluasaan waktunya," lanjutnya.

"Selama ini kami semua harus membayar semua misal saat berkegiatan diluar kampus kami harus membayar bis sendiri.Padahal setiap tahun kita harus bayar SPP," ujarnya. 

Undang-undang nomor 12 tahun 2012 masih menurut Andi Saputra tentang perguruan tinggi, otonomi pengolaan perguruan tinggi harus mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi, nirlaba.

"Berdasarkan undang-undang juga sebenarnya untuk mahasiswa berapa untuk pembangunan gedung berasal, lebih-lebih pihak kampus harus menjelaskan LPJ pembangunan gedung ini seperti apa," jelas Andi.

Upaya mahasiswa untuk bertemu rektor sendiri gagal. Mahasiswa hanya ditemui oleh Wakil Rektor III (PR III) Asmuji.

Saat menemui mahasiswa Asmuji kemudian menyampaikan jika mahasiswa akan diundang audiensi dengan pihak rektor pada hari Jumat (11/5). " Sebagai kaum akedemisi mari kita selesaikan permasalahan dengan berdiskusi.Untuk itu 30 perwakilan mahasiswa akan diundang untuk beraudiensi dengan Pak Rektor," kata Asmuji.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Asmuji, puluhan mahasiswa tersebut membubarkan diri dan kembali mengikuti aktifitas perkuliahan.‎

 

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Bangun Destinasi Wisata, Pemdes Srimartani Bantul Siapkan Lahan 70 Hektar
Berita Selanjutnya Mendagri Lantik Deputi BNPP Menjadi Penjabat Gubernur NTT

Komentar Anda