UniqMag

Pemkab Kutim Mediasi PT Sawa dengan Masyarakat Adat Long Lees

berita terkini
Suasana mediasi antara PT Sawa dengan Masyarakat Adat Desa Long Lees Kecamatan Busang

KUTAI TIMUR, (suaraindonesia.co.id) – Permasalahan antara PT. Subur Abadi Wana Agung (SAWA) dengan masyarakat Adat Desa Long Lees, Kecamatan Busang yang menuntut perusahaan Rp 10 M, mendapatkan perhatian serius dari Pemkab Kutai Timur (Kutim). Mediasi kedua belah pihak dilakukan oleh Pemkab Rabu, (9/5/2018) di Pemkab Kutim.

Namun dalam kesempatan tersebut, Pemkab kutim yang diwakili Assisten I pemkab Kutim, Mugeni menuturkan jika dirinya cukup kecewa. Pasalnya, meskipun semua unsur hadir namun dari pihak adat hanya diwakilkan oleh tim advokasi dari Lembaga Advokasi Hukum Pemerhati Perkebunan Sawit Indonesia (LAHPPSI).

“Mereka meminta untuk dihargai tetapi mereka tidak menghargai pemerinta dengan tidak hadir dalam kesempatan ini,” terang Mugeni.

Ia menambahkan jika permasalahan ini bisa diselesaikan tanpa adanya tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh masyarakat Desa Long Lees dan pihak dari PT. SAWA. Menurutnya, pihak pemerintah siap melakukan mediasi lanjutan jika permasalahan ini masih belum terselesaikan.

Sementara itu, Budi perwakilan Perusahaan menyampaikan, jika permasaahan tersebut saat ini sudah masuk dalam setengah final. Pasalnya, pihaknya bersama kepala Adat sudah melakukan pertemuan empat mata untuk mempertanyakan pokok permasalahan yang terjadi yang menyebatkan adanya denda Rp 10 M tersebut.

“Kita ini seperti bapak dan anak. Sehingga dalam pertemuan tadi malam sudah di bahas permaslahan ini semua ini,” terangnya di depan hadapan Assiten I Pemkab kutim dan peserta mediasi.

Menurutnya, setelah dilakukan pertemuan tersebut dapat diketahui ternyata pokok permasalahanya minta pelebaran jalan, bukan maslah galian C yang selama ini di sebutkan oleh pihak Adat sampai menutup jalan dan mengambil kunci eksavator yang bekerja diperusahaan. Padahal menurutnya, dengan adanya penutupan jalan justru masyarakat sendiri yang merasa rugi, pasalnya, sawit masyarakat tidak masuk ke pabrik dan busuk.

“kalu permasalahannya pelebaran jalan tinggal bilang kami selalu siap. Dan dana CSR PT Sawayang setiap tahun Rp. 1,5 m setiap tahun akan kami tambah Rp. 1 M untuk tiga tahun dan itu untuk pembanguan sarana pendidikan, kesehatan dan ibadah yang ada di sekitar perusahaan,” terangnya.

 

Reporter : Muhammad
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Kursi Bupati Pamekasan Berstatus PLH, Wakil DPRD: Kita Sudah Usulkan
Berita Selanjutnya Siswa MAN di Bondowoso Bentangkan Merah Putih Sepanjang 1111 Meter.

Komentar Anda