UniqMag

Disparpora Mahulu Ungkap Sedikit Perbedaan Pelaksanaan Hudoq

berita terkini
Pelaksanaan Hudoq sebagai ritual musim menanam padi bagi Suku Dayak Bahau Busaang dan Kayaan Mekam, di Mahulu (dok)

MAHAKAM ULU, (suaraindonesia.co.id) – Cerita tariaan tradisional Suku Dayak Bahau Busaang atau Kayaan Mekam di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), dengan kostum terbuat dari daun pisang dan menggunakan topeng biasa disebut Hudoq digunakan untuk ritual adat di musim menam benih padi gunung pada September dan Okober setiap tahunnya. 

 

Kepala Dinas Parawisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kristina Tening, mengungkap cerita Hudoq di sisi pelaksanaanya berbeda dengan tradisi suku Dayak Bahau Telivaaq yang berada di Kecamatan Long Hubung. “Kalau dayak bahau telivaaq, Hudoq dilaksanakan menyambut saat pesta panen pertama, mulai dari Januari hingga Februari. Sementara Bahau Busaang dan Kayaan Mekam, pelaksanaan hudoq saat di musim menanam padi,” terang Tening melalui pesan WhatsApp kepada media ini, Kamis (10/5/2018).

Kata dia, sesungguhnya Ritual/Laliq Hudoq itu tidak bisa dilaksanakan oleh Suku Dayak Bahau Busaang dan Kayaan Mekam sebelum musim tanam padi atau yang disebut (Musim Ugal). “Saat musim tanam tiba ritual hudoq di mulai oleh si pemegang keturunan Laliq Ugal, lalu berdasarkan hitungan hari tertentu, maka ritual dilanjutkan dengan Hudoq Kawit Tahariiq, sebagai ritual pertama dimulainya menanam padi, kemudian terus dilaksanakan sampai diturunkan Hudoq Kawit penutup,” jelasnya.

Lanjut dia, tradisini Hudoq berpengaruh sekali dengan adat istiadat di Mahulu. Maka dari itu masyarakat adat dari suku dayak tersebut selalu mengkaderkan anak-anak mereka agar mampu meneruskan budaya leluhurya itu. Pemerintah Mahulu pun telah menjadikan ritual hudoq sebagai agenda tahunan guna melestarikan budaya suku dayak Mahulu.

“Menurut kalender modern (Masahi), biasaya dilaksanakan mulai September hingga November. Namun pelakssanaan hudoq itu, tergantung kepada keturunan si pemegang adat laliiq masing masing. Hal tersebut terus dilaksanakan turun temurun setiap tahunnya,” pungkasnya Tening. 

Reporter : Nur A
Editor : Anam Fanani
Berita Sebelumnya Mendag Minta Pelaku UKM Banyuwangi Lakukan Strategi Ini
Berita Selanjutnya Fang Seng, Pelepasan 1,5 Kwintal Ikan Menjelang Waisak di Banyuwangi

Komentar Anda