UniqMag

BMKG Pusat Gandeng Peneliti dari Universitas Jember

berita terkini
Kepala BMKG Pusat Dwikorita Karnawati dan Rektor Universitas Jember Moh.Hasan menunjukan MOU yang telah ditanda tangani.

JEMBER, (suaraindonesia.co.id) - Universitas Jember menjalin kerjasama dengan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Kerjasama ini diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember dengan Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG, di aula lantai 2 gedung rektorat dr. R. Achmad (11/5).

Menurut Dwikorita Karnawati, badan yang dipimpinnya memiliki kelebihan di bidang data dan fasilitas laboratorium mengenai meterologi, klimatologi, dan geofisika, namun memiliki keterbatasan jumlah peneliti.

“Kami memiliki banyak data dan fasilitas laboratorium, misalnya ada 200 stasiun bumi yang kami kelola, di tiap bandara ada pencatat cuaca, kami juga mengoperasikan tiga Global Atmosphere Watch yang memasok beribu data. Namun karena fungsi utama kami memberikan layanan, maka masih banyak data yang belum dimanfaatkan dengan maksimal, oleh karena itu kami menyambut gembira kerjasama dengan perguruan tinggi, ibaratnya kami memiliki bahan untuk dimasak sementara perguruan tinggi memiliki kokinya,” jelas Dwikorita. Dirinya menambahkan, kerjasama yang dijalin menjadi bagian dari pentahelix kerjasama, yakni kerjasama antara pemerintah, perguruan tinggi atau akademisi, komunitas, swasta dan filantropis.

Dwikorita lantas mencetuskan istilah literasi iklim. Menurutnya kesadaran akan pentingnya data iklim di Indonesia belum terbangun dengan baik, oleh karena itu butuh dukungan semua pihak untuk mempopulerkan literasi iklim.

“Dari pengalaman saat menjadi Rektor UGM, maka mahasiswa menjadi agen penyebar pengetahuan melalui program Kuliah Kerja Nyata. Oleh karena itu kami berharap program-program BMKG  dapat tersebar luas dengan bantuan mahasiswa Universitas Jember melalui program Kuliah Kerja Nyata,” ujarnya.

Kerjasama ini disambut hangat oleh Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember. “Universitas Jember memiliki perhatian pada pengembangan pertanian dan perkebunan yang saat ini dihadapkan pada perubahan iklim dan kerentanan bencana, yang berpotensi mengancam bidang pertanian dan perkebunan. Fakultas Teknik juga tengah mengembangkan alat deteksi dini bencana untuk Jember yang termasuk dalam wilayah yang rentan bencana. Maka kerjasama dengan BMKG sangat strategis bagi pengembangan beragam disiplin ilmu di Kampus Tegalboto,” tutur Moh. Hasan.

Kepala BMKG juga memberikan kuliah umum bagi dosen dan mahasiswa Universitas Jember. Dalam kesempatan ini Dwikorita menjelaskan salah satu program BMKG dalam memanfaatkan internet untuk mengembangkan bidang metereologi, klimatologi dan geofisika.

“Bayangkan ada 140 juta pengguna smartphone di Indonesia, jika sepuluh persen saja memasang aplikasi sensor cuaca dan meneruskan ke BMKG, maka analisa iklim dan cuaca oleh BMKG akan lebih cepat, tepat dan akurat. Begitu pula dengan peringatan dini akan bencana juga akan diterima lebih awal oleh masyarakat. Analisa data ini juga membuka kesempatan penelitian lintas disiplin,” tuturnya.

 

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya RSP Prof Mulyanto Unram Gelar Operasi Bibir dan Lelangit Sumbing
Berita Selanjutnya Dandim 1312/Talaud : Gotong royong membangun dalam keterbatasan di Perbatasan

Komentar Anda