UniqMag

Polres Jember Gandeng Banser Tangkal Radikalisme

berita terkini
Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo saat menerima cinderamata dari Ketua GP Anshor Jember usai menjadi inspektur upacara Diklat Banser Jember

JEMBER, (suaraindonesia.co.id)  – Mencegah aksi brutal seperti yang dilakukan napi teroris di Mako Brimob, Polres Jember menggandeng Banser Ansor. Upaya ini dilakukan untuk mendeteksi paham radikal di masyarakat sejak dini.

Hal ini disampaikan Kapolres Jember AKBp Kusworo Wibowo saat membuka Pendidikan dan Pelatihan Barisan Ansor Serbaguna Jember yang ke 28. Kapolres yang menjadi Inspektur Upacara dalam kegiatan tersebut.

“Banser dan Ansor sudah banyak perannya membantu aparat keamanan termasuk di Jember,” jelasnya. Bahkan, ketika ada HTI yang kini dilarang oleh pemerintah, GP Ansor Jember termasuk yang pertama memberikan kepada pemerintah sehingga kemudian dilakukan kajian mendalam organisasi ini.

HTI sendiri telah dibubarkan pemerintah karena bertentangan dengan asas Pancasila.“Meskipun HTI sudah dibubarkan pemerintah, tetapi aktifitasnya mungkin masih ada. Ini yang harus kita antisipasi bersama,” jelas Kusworo.

Kusworo juga mengajak GP Ansor dan banser untuk bersama dengan Polres dan TNI untuk mendeteksi organisasi terlarang yang tidak sejalan dengan semangat Pancasila dan merongrong NKRI. Terlebih jumlah aparat keamanan dengan rasio penduduk memang masih kurang sehingga membutuhkan peran serta masyarakat.

“Ansor dan Banser adalah jawaban. Banser kami harapkan bisa memberikan keteladanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Kusworo mengatakan memang sejauh ini polisi masih terhambat dengan Undang-Undang teroris. Yakni polisi tidak bisa melakukan upaya hukum kepada warga masyarakat sebelum terjadinya teror itu sendiri. Oleh karena itu pihaknya pun meminta bantuan kepada GP Ansor dan Banser. “Seperti selama ini kita bekerjasama, untuk melakukan kegiatan deteksi dini adanya kelompok atau aliran yang menjadi bibit teroris,” tutur Kusworo.

Bibit teroris biasanya muncul karena adanya kelompok yang intoleransi yang suka melarang dan merasa kelompoknya yang paling benar. “Ini yang perlu kita awasi bersama. Meski tidak bisa kita lakukan upaya hukum, tetapi minimal bisa melakukan deradikalisasi,” jelasnya. Dengan cara banyak berdialog dan bekerjasama dengan tokoh agama dan ulama.

Sementara itu, Ayub Junaidi, Ketua GP Ansor mengaku komitmen pihaknya untuk mendukung aparat kepolisian dalam menjaga NKRI tidak perlu diragukan lagi. “Kami GP Ansor dan Banser selalu siap menghadapi pihak yang merongrong NKRI. Bagi kami NKRI harga mati,” tegasnya.

Ayub secara tegas mengatakan, siap menjadi garda terdepan untuk ulama dan bangsa sehingga bisa hidup damai bersama dalam bingkai keberagaman.

 

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya BMKG Pusat Gandeng Peneliti dari Universitas Jember
Berita Selanjutnya Ribuan Pramuka Kutim Meriahkan HUT Pramuka ke 57 di Kantor Bupati

Komentar Anda