UniqMag

Kepala OJK Jember: Industri Keuangan Harus Ramah Disabilitas

berita terkini
Siswa sekolah luar biasa saat menunjukan kemampuannya menari dihadapan pimpinan OJK Jember

JEMBER, (suaraindonesia.co.id- Kenalkan industri keuangan pada kaum disabilitas, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember datangi sebuah sekolah luar biasa (SDLB) di kawasan Kecamatan Patrang Jember, Senin (11/5). Kepala OJK Jember Azilsyah Noerdin bahkan ikut terjun langsung menemui para siswa yang mempunyai keterbatasan ini sebagai bentuk kepeduliannya terhadap kaum disabilitas.

Untuk lebih memudahkan menyampaikan materi, beberapa kali Azil, menggunakan bahasa isyarat untuk mengenalkan jasa keuangan kepada murid berkebutuhan khusus ini.

Materi yang disampaikan mengenai sistem kerja OJK dan bagaimana berhubungan dengan industri keuangan. “ Harapannya seluruh masyarakat termasuk warga penyandang dissabilitas mengetahui apa sebenarnya OJK dan lembaga keuangan,” tutur Azil. Terlebih selama ini akibat keterbatasannya banyak warga dissabilitas belum mengetahui hal ini.

“Padahal, penyandang disabilitas harus diprioritaskan dalam sosialisasi terkait industri keuangan,” jelasnya. Sebagai warga negara Indonesia berhak untuk mendapatkan pelayanan yang sama dalam hal ini pada industri keuangan tanpa diskriminasi.

Azil juga menyampaikan industri keuangan harus ramah dengan kaum disabilitas. “Harus ada pelayanan khusus untuk penyandang disabilitas sehingga mereka merasa nyaman dan tidak merasa didiskriminasi,” terangnya.

Ada tantangan tersendiri untuk menyampaikan materi sosialisasi kepada anak-anak penyandang disabilitas. Materi yang disampaikan kepada penyandang disabilitas sudah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi siswa sehingga diharapkan dapat diterima dengan mudah. Termasuk juga menggunakan jasa isyarat dan perumpamaan yang mudah dipahami oleh warga dissabilitas ini.

Pihak OJK juga akan terus melakukan sosialiasi kepada seluruh masyarakat termasuk kepada anak usia dini dan pelajar. “Nanti akan kita jemput bola untuk memberikan informasi kepada masyarakat, termasuk ke sekolah-sekolah. Sehingga akan semakin banyak warga yang bisa mengakses jasa keuangan yang ada” jelasnya.

Sementara itu, salah satu guru SLB Negeri Jember Sri Etik Rimawati mengaku senang karena ada materi yang disampaikan oleh OJK Jember. “Ini pasti sangat bermanfaat bagi penyandang disabilitas. Karena selama ini pasti mereka takut, padahal sebenarnya lembaga keuangan bisa diakses seluruh masyarakat,” jelasnya.

Untuk materi yang disampaikan OJK Jember dinilai Sri sudah bisa diterima dengan baik. Agar mudah dipahami sejumlah guru juga ikut membantu menyampaikan dengan bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas yang tidak bisa mendengar dan slow respon ini. Dengan harapan semua warga dissabilitas ini bisa memahami dengan baik.

 

Reporter : Vino AFM
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Memakmurkan Ramadhan, Pemprov NTB Gelar Pesona Khazanah Ramadhan
Berita Selanjutnya Di Bulan Ramadhan, 40 Pengemis di Pamekasan Terjaring Razia

Komentar Anda