UniqMag

Terbaru dari Banyuwangi, Festival Coklat

berita terkini
Bupati Banyuwangi Azwar Anas saat menghadiri festival cokelat

BANYUWANGI, (suaraindonesia.co.id) - Banyuwangi memang tak pernah kehabisan agenda menarik di setiap tahunnya. Berbagai macam festival menarik selalu berhasil dihadirkan guna menjadi daya tarik tersendiri bagi kota yang dijuluki Sunrise of Java ini.

Seperti Chocolate Festival 2018 yang untuk pertama kalinya resmi digelar di Kampeng Coeklat yang berada di PTPN Kendenglembu, Kecamatan Glenmore.

Chocolate Festival 2018 resmi digelar sejak pagi. Pada Festival kali ini berbagai acara ditampilkan untuk memeriahkan Chocolate Festival 2018. Seperti tari-tarian dan kesenian daerah yang ditampilkan murid-murid dari SMPN 1 Glenmore.

Lomba mewarnai TK juga berbagai stand yang menampilkan ragam kuliner khas Banyuwangi maupun jajanan pasar, tak hanya itu saja, dalam Chocolate Festival 2018 ini. Ada 3000 cup minuman dan 1000 permen coklat yang dibagikan gratis kepada para pengunjung yang hadir di Festival.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas hadir pada festival tersebut didampingi beberapa jajaran pemkab, tamu undangan dan segenap Diresksi PTPN Kendenglembu. Dalam kesempatan itu Azwar Anas menyampaikan bahwa Chocalate Festival 2018 untuk memperkenalkan kepada masyarakat jika Kabupaten Banyuwangi ini sebenarnya memiliki coklat dengan kualitas terbaik di dunia.

Hal tersebut sekaligus juga digunakan untuk mempromosikan potensi produk lokal yang ada di Banyuwangi.

“Target kami kedepan adalah menciptakan kebun-kebun coklat rakyat, dalam upaya tersebut  kami akan terus memberikan edukasi untuk masyarakat bahwa ternyata sejarah coklat  dan manfaat coklat itu luar biasa, apalagi Banyuwangi saat ini memiliki salah satu jenis coklat terbaik di dunia yakni coklat Edel,”katanya

Dalam upaya yang terus dilakukan,  Azwar Anas nantinya akan bekerja sama dengan pihak PTPN untuk  membentuk Museum coklat, Museum coklat ini nantinya akan digunakan sebagai pusat study guna memperkenalkan seluk beluk coklat pada masyarakat.

Hal senada juga diungkapkan oleh Manager PTPN  Kendenglembu yakni Titon Tantular.

“Dengan adanya festival ini kami ingin masyarakat mengenal potensi daerahnya sendiri, agar potensi ini nanti bisa dimanfaatkan dengan baik, dan  apabila sudah dimanfaatkan dengan baik nantinya bisa membantu perekonomian masyarakat Kabupaten Banyuwangi, selain itu kami dari  pihak PTPN juga akan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk mengembangkan produk-produk berbasis coklat, dan rencananya kami juga akan  membangun museum coklat yang nanti akan digunakan sebagai pusat studi dan edukasi bagi semua pengunjung dan kalangan,”katanya

Selanjutnya Chocolate Festival 2018 ini nanti akan menjadi agenda rutin tahunan yang diselenggerakan oleh pemerintah daerah dan pihak PTPN.

Di acara penutupan Chocolate Festival 2018 Azwar Anas berharap perkebunan coklat nantinya akan menjadi destinasi wisata yang membanggakan.

“Hari ini yang menjadi kebanggaan saya adalah  desa-desa di Kabupaten Banyuwangi sudah  mulai banyak memproduksi jajanan berbasis coklat, dan apabila perkebunan coklat ini dikelola dengan baik lalu akan terus tumbuh, maka hal ini akan menjadi destinasi wisata yang membanggakan dari Banyuwangi”ujarnya

Reporter : Windi Ashari
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Empat Tahfid Cilik di Pasirian Lumajang Diwisuda
Berita Selanjutnya Pastikan Keamanan, TB2 di Uji di Pantai Aquatik, Kutim

Komentar Anda