UniqMag

Program Mitigasi Bencana Berbasis Lahan-ICCTF yang Dilakukan Unej Sukses

berita terkini
Project Leader ICCTF Indonesia Sudaryanto saat menijau hasil Program Mitigasi Berbasis Lahan yang dilakukan Universitas Jember

JEMBER, (suaraindonesia.co.id) – Universitas Jember dinilai sukses menjalankan Program Mitigasi Bencana Berbasis Lahan yang didukung oleh Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bappenas, USAID serta Taman Nasional Meru Betiri (TNMB). Penilaian ini disampaikan secara langsung oleh Sudaryanto, Project Leader ICCTF Indonesia, pada saat kegiatan Expose Program Mitigasi Berbasis Lahan yang diselenggarakan di gedung Soetardjo kampus Tegalboto (15/5).

Kesuksesan ini antara lain tampak dari keberhasilan penanaman 91 ribu bibit tanaman durian, langsep, kemiri, dan pakem, dari target yang awalnya hanya 82 ribu bibit tanaman. Penyerapan karbon yang ditarget 1,135 ton/hari, naik menjadi 1,913 ton/hari. Sehari sebelumnya, tim ICCTF Indonesia yang dipimpin langsung oleh Sudaryanto mengunjungi kawasan rehabilitasi di TNMB dan Desa Wonoasri, Tempurejo yang merupakan desa penyangga TNMB.   

“Saya menilai Program Mitigasi Bencana Berbasis Lahan yang diselenggarakan oleh Universitas Jember, dengan dukungan dana dari Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) telah berhasil, bahkan melampaui target yang sudah ditetapkan,” tutur Sudaryanto di hadapan hadirin yang terdiri dari perwakilan TNMB, Perhutani, Pemkab Jember, perwakilan petani Wonoasri, serta sivitas akademika Universitas Jember.

“ICCTF berharap keberhasilan Universitas Jember menjalankan program selama tujuh belas bulan ini bakal direplikasi pihak-pihak terkait seperti Pemkab Jember, agar tujuan penurunan emisi rumah kaca sebagai bagian dari penanggulangan efek perubahan iklim dapat tercapai. Salut untuk Universitas Jember dan semua pihak yang terlibat,” kata Sudaryanto menambahi.

ICCTF sendiri adalah lembaga wali amanah yang mengelola dana internasional yang digunakan untuk menanggulangi efek perubahan iklim termasuk didalamnya pengurangan emisi rumah kaca di Indonesia. Untuk diketahui Indonesia telah bertekad untuk mengurangi emisi rumah kaca hingga 41 persen hingga tahun 2030 nanti.

“Ada tiga program utama yang kami jalankan, mitigasi berbasis lahan seperti yang dijalankan oleh Universitas Jember, bidang energi, serta bidang adaptasi dan ketangguhan. Hingga saat ini ICCTF telah berkerjasama dengan 15 perguruan tinggi di Indonesia termasuk Universitas Jember,” imbuh Sudaryanto yang mengingatkan tantangan berikutnya adalah mempertahankan dan mengembangkan prestasi yang sudah diraih.

 

 

 

Reporter : Vino AFM
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Resmikan Koramil Manggalewa Dompu, Danrem Tekankan Serius Bina Wilayah
Berita Selanjutnya Di Bulan Ramadhan, 40 Pengemis di Pamekasan Terjaring Razia

Komentar Anda