UniqMag

Pemotongan Jam Kerja Selama Ramadhan, DPRD Pamekasan Ancam ASN yang Punya Kebiasaan Buruk

berita terkini
Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail saat memberi pernyataan terkait pemotongan jam kerja ASN

PAMEKASAN, (suaraindonesia.co.id)- Dihampir semua instansi pemerintah, ketika memasuki bulan puasa, pasti memberlakukan aturan pemotongan jam kerja. 

Melalui surat edaran Plh Bupati Pamekasan bahwa perangkat daerah atau unit kerja yang memberlakukan lima hari kerja, hari Senin sampai dengan Kamis mulai pukul 07.30 - 15.15 WIB dan waktu istirahat mulai pukul 12.00 - 12.30 WIB. 

Sedangkan hari Jum’at mulai pukul 07.30 - 11.00 WIB. Sementara senam kesegaran jasmani pada pukul 07.00 - 07.30 WIB.

Sementara bagi perangkat daerah atau unit kerja yang memberlakukan enam hari kerja, hari Senin sampai dengan Kamis mulai pukul 07.30 - 14.00 WIB, waktu istirahat mulai pukul 12.00 - 12.30 WIB. 

Hari Jum’at mulai pukul 07.30 - 11.00 WIB, senam kesegaran jasmani pukul mulai pukul 07.00 - 07.30 WIB, sementara hari Sabtu mulai pukul 07.30 - 12.30 WIB.

Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail mengatakan, dengan adanya pemotongan jam kerja untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) selama Ramadhan, meminta agar para ASN bekerja maksimal. 

“Pemotongan 5 jam per pekan jangan justru melalaikan pekerjaannya bagi ASN," tutur Ismail. 

Semisal nanti ada ASN yang memiliki kebiasaan tidak kembali ke kantor dinas setelah jam ke-2, pihaknya mengancam akan melibatkan pihak Inspektorat agar memberikan teguran.

“Biasanya memang rawan pulang lebih awal, makanya kami akan koordinasi dengan inspektorat nanti," tukasnya.

 
Reporter : Sohebullah
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Kodim Lotim Gelar Sosialisasi dan Tes Urine
Berita Selanjutnya Fang Seng, Pelepasan 1,5 Kwintal Ikan Menjelang Waisak di Banyuwangi

Komentar Anda