UniqMag

GTT: Bupati Jember, Kembalikan Kami ke Tempat Awal Mengajar !

berita terkini
Nur Fardli guru tidak tetap yang menolak dipindah tugaskan Bupati Jember

JEMBER, (suaraindonesi.co.id) – Kebijakan Bupati Faida memindahkan GTT untuk mengajar di sekolah yang dekat dengan tempat tinggalnya ditentang oleh GTT.

Nur Fadli, guru tidak tetap (GTT) di SDN Bintoro 5 Patrang yang malah menolak dimutasi dekat dengan rumahnya di Sukorambi. Dirinya pun mengatakan ini sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama GTT karena yang lain dipindah sangat jauh dari rumahnya.

Fadli mengaku kaget dengan surat penugasan itu karena ternyata dirinya dipindah dekat dengan rumah. “Ya kalau manusiawi iya karena jarak sekolahnya terlihat dari rumah,” kata Fadli.

“Siapa yang tidak senang, karena biasanya gaji saya di SDN Bintoro 5, Patrang hanya Rp 200 ribu,” tuturnya dengan lemas. Namun, bukan itu yang dipikirkannya. Namun, rekan seperjuangannya yang di SDN Bintoro 5 ternyata juga banyak yang dipindah di banyak tempat. Dirinya merasa kaget karena kebanyakan sudah berusia lanjut.

Pasca terjadi pemindahan dirinya Fadli mengaku khawatir dengan anak didiknya di sekolah yang ditinggalkannya.

“Saya kepikiran anak-anak di SDN Bintoro 5,” ucap Fadli, pendiri sekolah yang kini dijadikan pemerintah sebagai SDN Bintoro 5 ini.

Dirinya juga meragukan GTT yang menggantikan guru lama ini akan kerasan untuk mengajar disana. Padahal, sebelumnya mencari murid agar mau sekolah disana saja sulit.

“Iya sekarang musim panas, coba kalau musim hujan paling guru baru tidak akan kuat,” tegasnya.

“Saya khawatir GTT yang baru tidak kuat. Yang PNS saja tiga bulan sudah minta pindah,” ucapnya dengan penuh galau. Pasalnya, lokasi sekolah itu berada di daerah pegunungan dan akses jalannya sangat buruk

Pasca kebijakan Bupati Faida, banyak GTT yang dipindahtugaskan jauh dari tempat tinggalnya. Padahal, selama ini sekolah mencari GTT untuk membantu di sekolah.

Fadli mencontohkan salah satu GTT yang berasal dari Kecamatan Tanggul justru ditempatkan di Kecamatan Sukowono. “Jelas hal ini sangat memberatkan karena jarak dari Tanggul ke Sukowono hampir 2 jam perjalanan,” jelasnya.

 “Tentu tidak adil. Yang PNS didekatkan dengan rumah sedangkan yang GTT malah diiacak-acak. Kan kasihan,” ucapnya.

Oleh sebab itu secara tegas Fadli menolak surat penugasan GTT yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Jember. “Ini sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan-rekan sesama GTT yang ditempatkan jauh dari tempat tinggalnya,” terangnya. Dirinya pun merasa tidak senang dengan keputusan tersebut dan meminta untuk dikembalikan seperti semula.

Fadli juga menegaskan  sebenarnya permintaan GTT sederhana. “Yang kami minta hanya surat keputusan atau penugasan agar honor BOS (bantuan operasional sekolah) bisa cair,” terangnya.

 

Reporter : Vino AFM
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya 101.625 Warga Banyuwangi dapat Kartu Keluarga Sejahtera dan Bantuan Pangan Non Tunai
Berita Selanjutnya Herlang: Pemuda Kutim Harus Melestarikan Seni dan Budaya

Komentar Anda