UniqMag

Wujud Persaudaraan, Pemuda Berbagai Organisasi Keagamaan di Banyuwangi Bagikan Takjil

berita terkini
Para pemuda lintas agama sesaat sebelum membagikan ratusan paket takjil di Banyuwangi.

BANYUWANGI, (suaraindonesia.co.id) –Untuk meningkatkan rasa persaudaraan serta kerukunan antar umat beragama, Pemuda Patria vihara Dhamma Harjo Yosumulyo menggandeng pemuda Nasrani (GPDI Maranatha), organisasi GP Ansor dan  warga Desa Yosomulyo untuk saling mempererat rasa persaudaraan antar umat beragama, dengan pembagian Takjil di depan Desa Yosomulyo Kecamatan Gambiran, Minggu sore (20/5).

Tak kurang dari 800 paket takjil dibagikan kepada para pengendara sepeda motor dan mobil yang melintas di Depan kantor Desa Yosomulyo. Kerukunan terlihat saat para pemuda lintas agama dengan penuh antusias sudah berjajar di sepanjang jalan untuk membagikan takjil.

Jajaran Polsek Gambiran dipimpin langsung Kapolsek  AKP Ketut Redana Kapolsek Gambiran  turut mengamankan arus lalu lintas. AKP Ketut Redana sangat bangga dan  mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Pemuda Patria, pemuda antar agama dan seluruh elemen masyarakat yang turut berpartisapasi

 “Acara ini merupakan wujud kebersamaan antar umat beragama, mudah-mudahan takjil yang dibagikan dapat bermanfaat bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa,”kata Ketut Redana

“ Kita merasa di Indonesia ini satu, jadi walaupun berbeda-beda tapi kita tetap satu, intinya kita harus tetap rukun dan tidak ada yang saling menganggu agar seterusnya tercipta hubungan yang selaras dan harmonis,  kedepannya semoga acara-acara ini tetap ada, harus dilestarikan untuk tujuan membantu sesama,” ujarnya.

Sementara itu melalui Sekertaris Desa Yosomulyo Asropi, Pemerintah Desa Yosomulyo sangat mengapresiasi kekompakan pemuda antar agama mewujudkan rasa persaudaraan antar sesama.

“Kegiatan ini sudah dilaksanakan kedua kalinya dan ini merupakan wujud nyata bentuk kerukunan umat beragama di Desa Yosomulyo, kita berharap agar nantinya program-program seperti ini bisa juga terlaksana dalam bentuk-bentuk yang lain, dan hari ini saya yakin semua komponen pasti merasakan manfaat dari kegiatan pembagian takjil ini,”ujarnya.

Disisi lain Ketua Patria Banyuwangi, Saka Ria Gumilang sekaligus Ketua Patria Desa Yosomulyo, sempat menyayangkan terjadinya teror bom di Surabaya yang mengatasnakaman agama.

“Adanya teror bom yang mengatasnamakan umat beragama beberapa waktu lalu di Surabaya,  membuat kami ingin menunjukkan bahwa umat beragama juga bisa hidup rukun dan berdampingan, hal tersebut akhirnya kami wujudkan dengan adanya acara pembagian takjil sore ini,”jelas Saka.

Di akhir kegiatan tersebut seluruh pemuda antar agama Desa Yosomulyo bersama-sama mendeklarasikan bahwa NKRI satu dan lawan terorisme yang mengatasnamakan agama.

Reporter : Windi Ashari
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Lemkari Talaud Gelar Ujian Kenaikan Sabuk 75 Karateka
Berita Selanjutnya Diduga Arus Pendek, Dua Rumah di Kuantan Singingi Ludes Terbakar

Komentar Anda