UniqMag

Seorang Guru TK di Jember Ditahan Kejaksaan

berita terkini
Tersangka saat dibawa petugas Kejaksaan Negeri Jember untuk ditahan di Lapas Jember.

JEMBER, (suaraindonesia.co.id) – Kejaksaan Negeri Jember menahan seorang guru taman kanak-kanak. Guru tersebut ditahan karena disangkakan telah merugikan keuangan negara hingga lebih Rp 300 juta, Selasa siang (22/5)

Guru yang ditahan tersebut juga menjadi Ketua Pusat Kegiatan Gugus (PKG) Kabupaten Jember berinisial SNT.

Menurut Kasipidsus Kejari Jember, Herdian Rahardi, penahanan tersangka tersebut dalam rangka proses penyidikan terkait dana bantuan operasional pendidikan (BOP) PAUD.

“Ya ini penahanan terkait dana BOP PAUD yang digunakan untuk pembayaran kegiatan  Bimtek penyusunan BOP PAUD,”ujarnya

Kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan BOP PAUD dinilai melanggar petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (Juklak-Juknis). “(Kegiatan Bimtek) menurut Juknisnya tidak diperkenankan sehingga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 376 juta,”jelas Herdian Rahardi.

Masih menurut Herdian, tersangka tersebut melakukan penarikan sejumlah uang kepada 1117 PAUD. “Tersangka melakukan penarikan, selanjutnya sisa keuangan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan,”katanya.

“Harusnya dana BOP PAUD tidak boleh untuk kegiatan Bimtek, dalam hal ini tidak sesuai peruntukannya dan penarikannya tidak ada dasar hukum,”lanjut Herdian.

Tersangka yang menjadi ketua panitia Bimtek dan Ketua PKG menurut Herdian terindikasi melakukan pungli dan korupsi.

Herdian sendiri menjamin kasus ini akan menyeret tersangka lainnya. Pasalnya selain melibatkan PKG ada keterlibatan pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.

“Untuk lembaganya selain melibatkan PKG juga melibatkan Dinas Pendidikan Jember dalam hal ini Kabid PAUD Dikmas. Saat ini yang ditahan satu orang tapi nanti berkembang lagi,”pungkas Herdian Rahardi.

Sebagai informasi, kegiatan yang disidik oleh Kejari Jember diikuti oleh 1.213 orang peserta digelar di hall Hotel Bandung Permai Jember pada 20 Desember 2017.

Saat itu menurut Ketua Panitia Sudaryatiningtyas bimbingan teknis diperlukan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh pengelola PAUD dan pendidikan luar sekolah terkait pembuatan pelaporan penggunaan biaya operasional.

“Seluruh biaya dibebankan kepada seluruh peserta dan digunakan peruntukannya untuk kepentingan peserta juga karena panitia dari Pusat Kegiatan Gugus (PKG) PAUD tidak mempunyai anggaran untuk kegiatan bimtek,”katanya.

 

Reporter : Vino AFM
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Menderita Kanker, Ibu di Halmahera Selatan Ini Cuma Bisa Tergolek Lemah
Berita Selanjutnya Perusahaan Alih Daya Bantah Potong Gaji Sekuriti Lippo Plaza

Komentar Anda