UniqMag

Polda Kaltim Tetapkan Tersangka Baru Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan

berita terkini
Direskrimsus Polda Kaltim Kombes Pol Yustan Alpiani (kanan) didampingi Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana (kiri) saat memberikan keterangan terkait kasus tumpahan minyak di perairan Teluk Balikpapan, beberapa waktu lalu

BALIKPAPAN,(suaraindonesia.co.id) -  Penyidikan tumpahan minyak di perairan Teluk Balikpapan yang terjadi akhir Maret 2018 lalu terus bergulir . Setelah menetapkan nahkoda kapal MV Ever Judger berinisial ZD sebagai tersangka, penyidik Polda Kaltim kembali menetapkan tersangka baru. 

Tersangka baru ini merupakan karyawan PT Pertamina RU V Balikpapan, inisial IS. Dia diketahui merupakan karyawan yang telah lama bekerja di Pertamina, dan memiliki jam terbang atau pengalaman tinggi. 

Tersangka IS bertugas sebagai pengontrol aliran minyak mentah dari terminal minyak Lawe-Lawe ke kilang minyak Balikpapan. 

"Hasil gelar perkara, salah satu karyawan Pertamina inisial IS kami tetapkan sebagai tersangka," kata Direskrimsus Polda Kaltim Kombes Pol Yustan Alpiani di Mapolda Kaltim, jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan, Selasa (22/5/2018).

Penetapan tersangka dilakukan karena IS dianggap lalai dalam bekerja atau menjalankan tugasnya sebabai pengontrol aliran minyak.

"Dia tidak menduga itu terjadi. Tapi seharusnya kan dia tahu. Apalagi di pompa menunjukkan ada penurunan minyak yang cukup drastis dari Lawe-Lawe masuk ke Kilang Balikpapan. Harusnya dia curiga. Apalagi ada informasi kalau ada tumpahan minyak di laut. Harusnya dia menghentikan aliran minyak  tapi itu tidak dilakukan. Dengan jabatan, pengalaman serta pendidikan yang dimiliki harusnya dia tahu itu," jelas Yustan. 

Walaupun telah ditetapkan sebagai tersangka, namun yang bersangkutan belum ditahan. Pihak Polda Kaltim telah memanggil tersangka untuk dimintai keterangan lebih mendalam. 

Seperti dijadwalkan, atas pemanggilan tersebut, tersagka IS harusnya datang ke Mapolda hari ini. Namun karena alasan kesiapan dari Pertamina, pemanggilan pun ditunda hingga 30 Mei 2018 mendatang. 

"Kami akan panggil hari ini. Karena tadi ada surat masuk ke kami untuk minta ditunda karena Pertamina belum menyiapkan pengacara untuk mendampingi tersangka, jadi kami tunda sampai tanggal 30 nanti," ujarnya. 

Dalam kasus ini, tersangka IS disangkakan melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) junto 359 KUHP, dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. "Kita jerat pasal 99 ayat 1, 2 dan 3 UU PPLH junto 359 KUHP," tegas mantan Wakapolres Balikpapan itu. 

Seperti diberitakan, terjadi pencemaran akibat tumpahan minyak di perairan Teluk Balikpapan, Sabtu (31/3/2018) lalu. Tumpahan minyak itu diduga menyebabkan kebakaran besar di perairan tersebut di hari yang sama. Peristiwa itu mengakibatkan 5 orang warga Kota Balikpapan yang sedang melaut tewas.

Reporter : Ariyansah
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Damri Mataram Siapkan Dua Bus untuk Mudik Gratis
Berita Selanjutnya Herlang: Pemuda Kutim Harus Melestarikan Seni dan Budaya

Komentar Anda