UniqMag

Pemkab Kutim Terus Waspadai Adanya Virus MERS COV

berita terkini
Bupati Kutim H Ismunandar Saat Menghadiri Rapat Rencana Penyusunan Kontijensi Penanganan Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS Cov). (Ist)

KUTAI TIMUR, (suaraindonesia.co.id) – Demi meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap penyakit Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS Cov) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Dinas Kesehatan Kutim menggelar rapat keoordinasi terkait Rencana Penyusunan Kontijensi Penanganan MERS Cov.

Pertemuan digelar Selasa (22/5/2018), di Hotel Royal Victoria. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati H Ismunandar dan dihadiri lintas sektor serta instansi terkait sebanyak 50 orang.

Bupati H Ismunandar menyambut positif MERS Cov tersebut. Menurutnya, penting untuk mempersiapkan setiap lembaga terkait menangani penyakit menular yang berasal dari Timur Tengah itu.

“Saya menyambut baik kegiatan ini,  karena dapat memberikan bekal bagi kita dalam menghadap wabah penyakit MERS Cov ini. Jangan sampai sudah mewabah lalu kita akan panik. Kita harus mewaspadai dini terhadap penyakit yang berasal dari Arab ini. Karena kita tidak ingin, ada warga kita yang tertular,” kata Ismunandar.

Ismu menambahkan dengan tersusunnya dokumen kontijensi penanggulangan MERS Cov, diharapkan ada pegangan pelaksanaan. Jika tidak ada dokumen kontijensi, tentunya koordinasi akan kacau.

Karena tak memiliki prosedur penanganan. Kalau sudah ada, pastinya bisa diketahui siapa mengerjakan apa, termasuk alur-alur untuk mengimplementasikan apa yang masuk, sudah bisa eksekusi, maupun bentuk penanganan yang dilakukan.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Bahrani mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tahapan lanjutan setelah dilaksanakan sosialisasi dari April lalu. Di akhir kegiatan ini diharapkan tersusun dokumen. Sehingga jika ada kasus MERS Cov bisa ditangani tanpa panik lagi. Sebab, penularan penyakit ini memang sangat cepat. Selain itu juga akan terbagi tugas, siapa berbuat apa.

“Penyakit ini berasal dari Timur Tengah. Seperti kita ketahui beberapa waktu kedepan akan ada jamaah haji yang berangkat ke Tanah Suci (Mekkah) untuk berhaji, umroh dan para TKI. Jadi orang-orang kesana berpotensi untuk membawa virus tersebut. Sehingga kita memerlukan kesiapsiagaan untuk menghadapi penyakit tersebut serta tidak panik,” ucap Bahrani.

Bahrani berhadap masyarakat Kutim dapat menjaga diri saat bepergian keluar negeri dengan memakai masker. Menjaga  prilaku hidup sehat, cuci tangan sebelum makan dan perilaku sehat lainnya. (hms15/Advetorial)

Reporter : Muhammad
Editor : Anam Fanani
Berita Sebelumnya Kunjungi Markas TNI dan Polri , Pengurus Gereja Katholik St.Theresia Kutim Beri Dukungan Penuh
Berita Selanjutnya Perusahaan Alih Daya Bantah Potong Gaji Sekuriti Lippo Plaza

Komentar Anda